Dugaan TNI di Kasus Asrama Papua, Kodam V/Brawijaya Siap Sanksi Jika Terbukti, Lagi Viral di Twitter

Dugaan TNI di Kasus Asrama Papua, Kodam V/Brawijaya Siap Sanksi Jika Terbukti, Lagi Viral di Twitter.

Dugaan TNI di Kasus Asrama Papua, Kodam V/Brawijaya Siap Sanksi Jika Terbukti, Lagi Viral di Twitter
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Kasdam Brigjen TNI Bambang Ismawan saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Rabu (21/8/2019) 

Dugaan TNI di Kasus Asrama Papua, Kodam V/Brawijaya Siap Sanksi Jika Terbukti, Lagi Viral di Twitter

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasdam Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Bambang Ismawan mengatakan bahwa Kodam V/Brawijaya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keterlibatan anggota TNI dalam insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan.

Sebagaimana dikatakan Bambang, saat jumpa pers di Grahadi, Rabu (21/8/2019), Kodam V/Brawijaya melakukan penyelidikan digital dari video viral di Twitter, dimana ada rekaman sejumlah oknum berseragam TNI di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Kecewanya Willem Wandik Ditolak Ketemu Mahasiswa Papua, Sikap Itu Tak Ada Saat Studi di Surabaya

HUT RI ke-74, Pelajar Asal Papua Bersemangat Ikuti Lomba Agustusan di Polres Blitar Kota

Yenny Wahid Ziarah ke Makam Gus Dur Sambil Kenakan Mahkota Burung Khas Papua, Beri Pesan Khusus Ini

Anggota TNI itu, dalam rekaman video yang beredar, meminta orang di dalam asrama untuk segera keluar untuk dimintai keterangan dan penjelasan terkait perusakan bendera di depan asrama Kalasan. Dari video tersebut terdengar makian.

"Saya mewakili Bapak Pangdam akan menyampaikan bahwa adanya indikasi keterlibatan personel TNI di dalam kejadian di asrama Kalasan Surabaya. Kami sampaikan sekarang kasus keterlibatan anggota ini dalam proses pemeriksaan, penyelidikan," kata Bambang.

Ia memastikan bahwa pihaknya tidak dalam kondisi yang menutup-nutupi fakta ataupin informasi guna melindungi anggota yang misalnya terbukti terlibat sebagaimana viral di media sosial.

Bahkan ia menegaskan, jika memang dari proses penyelidikan didapatkan bukti yang jelas dan anggota terbukti bersalah, maka Kodam V Brawijaya akan memberikan sanksi pada anggota tersebut.

"Nanti pada saatnya akan kami sampaikan. Kalau memang bersalah akan kami berikan hukuman sesuai tingkat kesalahannya," tegasnya.

Menurut Bambang, pemeriksaan elektronik tidak bisa seketika juga membuahkan hasil. Dibutuhkan waktu untuk bisa mendapatkan pembuktian. Karena itu ia meminta warga masyarakat bersabar dan tidak memancing perpecahan.

"Kami memeriksa videonya dulu, hasilnya nanti akan kami sampaikan. Pemeriksaan internal iya, tapi kami belum bisa menentukan siapanya. Akan kami dalami dulu," ucapnya.

Pemberian sanksi atau hukuman bakal diberikan pada anggota TNI yang terbukti bersalah. Hukuman diberikan sesuai tingkat kesalahan.

"Sanksi bisa pencopotan jabatan dan sebagainya. Yang jelas saat itu kami sudah meminta keterangan masyarakat siapa saja yang melihat kejadian itu dan sebagainya," tegas Bambang.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved