Emak-Emak Asal Surabaya ini Menangis Saat Dituntut 3,5 Tahun Penjara Gara-gara Sabu-sabu

Ibu rumah tangga asal Jalan Kedungturi, Surabaya ini menangis menyesali perbuatannya di hadapan majelis hakim saat sidang lanjutan atas kasus dugaan

Emak-Emak Asal Surabaya ini Menangis Saat Dituntut 3,5 Tahun Penjara Gara-gara Sabu-sabu
Surya/samsul Arifin
Dewi Ratih tak kuasa membendung tangisnya, saat dirinya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rosyid dengan hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dewi Ratih tak kuasa membendung tangisnya, saat dirinya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rosyid dengan hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan. 

Ibu rumah tangga asal Jalan Kedungturi, Surabaya ini menangis menyesali perbuatannya di hadapan majelis hakim saat sidang lanjutan atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di Pengadilan Negeri Surabaya

"Menuntut terdakwa Dewi Ratih dengan hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan, karena terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkoba," ujar jaksa, Rabu, (21/8/2019). 

Majelis Hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan, menanyakan tanggapan terdakwa terkait tuntutan JPU. Terdakwa yang sejak dimulainya persidangan terlihat tegang di wajahnya, langsung menangis.

"Saya berjanji tidak mengulanginya lagi, ampun yang mulia," pintanya sambil berderaian air mata.

Hakim Wayan kemudian memutuskan menunda sidang pada pekan depan untuk membacakan putusan bagi terdakwa.

"Sidang kita tunda minggu depan ya, dengan agenda pembacaan putusan," pungkas Wayan seraya mengetukkan palu tanda sidang berakhir.

Untuk diketahui, terdakwa Dewi Ratih bersama Sodikin (DPO) membeli narkotika jenis sabu seharga Rp. 600.000, dengan uang berasal dari Sodikin. Setelah itu, sabu tersebut dipakai bersama-sama di sebuah hotel di Surabaya.

Usai menggunakan barang haram tersebut, terdakwa kemudian membawa pulang dan menyimpan alat hisap sabu-sabu tersebut di dalam rumahnya di Jalan Kedungturi, Surabaya. Akan tetapi  perbuatan tersebut diketahui oleh petugas kepolisian dan dilakukan penggeledahan.

Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa satu pipet yang didalamnya masih terdapat sisa sabu-sabu berat kotor 1,31 gram dengan kacanya, lima  plastik klip kosong, seperangkat alat hisap sabu, dua buah sedotan plastik.

Akhirnya terdakwa ditangkap untuk diproses lebih lanjut karena tidak memiliki izin dalam memiliki, menguasai  atau menyimpan sabu tersebut.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved