Kasus Pukul Karyawan Pakai Palu di Malang, Bos Cafe Dipanggil Polisi Pekan Ini

Kasus Pukul Karyawan Pakai Palu di Malang, Bos Cafe Dipanggil Polisi Pekan Ini.

Kasus Pukul Karyawan Pakai Palu di Malang, Bos Cafe Dipanggil Polisi Pekan Ini
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Novi Fransiska Aditama, terduga korban penganiayaan yang dilakukan bos Triangle Cafe and Beer House Malang saat menunjukkan jari dan foto rontgen 

Kasus Pukul Karyawan Pakai Palu di Malang, Bos Cafe Dipanggil Polisi Pekan Ini

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Terduga pelaku penganiayaan karyawan Triangle Cafe and Beer House, J bakal dipanggil untuk memberikan keterangan di Polres Malang Kota.

J dilaporkan oleh mantan karyawannya, Novi Fransiska Aditama telah melakukan tindak pidana pukul palu pada 2 Agustus silam.

Komisi Pemberantasan Korupsi Beri Sosialisasi Kepada ASN di Kota Malang Soal Gratifikasi

Cegah Gratifikasi di Wilayah Pemkot Malang, Pelayanan Publik di Kota Malang Akan Berbasis IT

Polisi Tegaskan Tak Ada Intervensi Kasus Pukul Palu di Malang, Bos Kafe Baru Diperiksa Pekan Depan

"Jadwalnya pekan ini. Kalau nggak Jumat ya Sabtu kami panggil terlapornya (J)," kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi, Rabu (21/8/2019).

Selain J, polisi juga akan memeriksa saksi mata yang mengetahui kejadian penganiayaan. Hingga kini, tiga oleh telah dimintai keterangan termasuk Novi Fransiska Aditama.

"Nanti keterangan dari J akan kami sesuaikan keterangan pelapor. Baru setelah itu kami gelar perkara untuk menentukan tersangka," katanya.

Komang mengatakan sampai saat ini hasil visum tangan Novi Fransiska Aditama yang diduga dipukul oleh J belum dikeluarkan oleh RS Saiful Anwar. Namun, polisi telah melihat hasil foto rontgen yang dibawa oleh terduga korban.

"Dari hasil visum memang kelihatan bahwa terduga korban ini hancur tangannya. Tapi kami perlu juga melihat visumnya," ucap Komang.

Kuasa Hukum Novi Fransiska Aditama, Bakti Riza Hidayat meminta Polres Malang Kota segera menahan J lantaran alat bukti sudah cukup jelas. Alat bukti yang dimaksud adalah luka pada jari Novi, keterangan saksi dan bukti foto rontgen.

"Karena itu kami berharap polisi segera melakukan penahanan kepada J," ucap Bakti.

Diberitakan sebelumnya, Novi diduga dianiaya bosnya karena dituduh menjual minuman keras tanpa izin. Karena tak merasa melakukan, ia membantah tuduhan dan mengakibatkan bosnya murka dan memukul jarinya menggunakan palu sebanyak lima kali.

"Tiga jari saya mengalami luka. Paling parah adalah jari manis yang tulangnya remuk, sedangkan jari tengah ujung tulangnya hancur," kata Adit ketika ditemui di Mapolres Malang Kota, Rabu (14/8/2019).

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved