Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar, Padahal Persiapan Sudah Dilakukan Sejak Januari Lalu

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar, Padahal Persiapan Sudah Dilakukan Sejak Januari Lalu.

Penulis: Mayang Essa | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Ketua Sanggar Merah Putih, M Anis dalam konferensi pers di Jl Gubernur Suryo, Rabu (21/8/2019) 

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar, Padahal Persiapan Sudah Dilakukan Sejak Januari Lalu

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) tahun ini resmi dibatalkan, walaupun persiapan telah disiapkan sejak bulan Januari lalu. 

Para peserta mendaftar sejak 1 Mei 2019, dan saat ini sebanyak 140 booth atau stand yang sudah dibooking teman-teman pelukis.

Demikian juga beberapa mitra kerja sudah berkomitmen untuk mendukung Pasar Seni Lukis Indonesia 2019.

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar Tahun Ini, Gegara Kecewa Manajemen Pengelola Gedung

Pasar Seni Lukis Indonesia: Cerita Ki Samudera Biru Lukis Nyi Roro Kidul, Ngaku Dapat Amanah & Pesan

Pasar Seni Lukis Indonesia: Susmiadi, Buat Lukisan dari Bulu Unggas, Karyanya Sudah Go International

"Tetapi para pelukis dan mitra kerja itu berkomitmen untuk PSLI yang berlangsung tanggal 11 sampai 20 Oktober, seusai waktu pelaksanaan yang kami rencanakan sejak awal. Bukan untuk waktu yang lain," kata Ketua Sanggar Merah Putih M Anis.

Sekadar diketahui, PSLI adalah event reguler tiap tahun yang diikuti oleh sekitar 200 pelukis dari seluruh Indonesia, dan sudah menjadi agenda para seniman tiap tahun.

Tahun lalu, 2018, oleh Kementerian Pariwisata RI, event ini dimasukkan ke dalam 100 Event Nasional, Wonderful Indonesia. PSLI sudah menjadi ikon even kesenian di Jatim.

"Berdasarkan sejarah, sebelumnya PSLI berlangsung di gedung dan pelataran Balai Pemuda, Jl Gubernur Suryo, Surabaya. Oleh Pemprov Jatim even ini diminta untuk dipindahkan ke gedung JX International, karena ketika itu gedung ini belum tersosialisasi dengan baik ke masyarakat, dan sepi pengguna. Karena itulah sejak 2013, pelaksanaan PSLI kami pindahkan ke JX International yang tidak lain milik Pemprov Jatim," katanya, Rabu (21/8/2019). 

Menurut Anis, sejak pertama kali diselenggarakan, visi PSLI adalah membantu dan memfasilitasi para pelukis untuk bertemu dengan kolektor, galeri serta masyarakat pecinta seni.

Selain itu, PSLI juga menjadi ajang bagi para pelukis untuk memperluas jaringan yang selama ini tidak mudah mereka lakukan.

"PSLI adalah ajang silaturahmi antar pelukis dan seniman, dan PSLI juga menjadi ajang edukasi bagi para siswa-siswi karena banyak sekolah di Surabaya dan Sidoarjo yang memberi penugasan kepada para siswanya untuk mengunjungi dan membuat laporan tentang PSLI," katanya.

Anis mengatakan, sebagai aset milik pemerintah daerah, seharusnya sarana ini tidak semata-mata dikelola untuk mengejar pemasukan, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat antara lain untuk berekspresi dan berapresiasi seni serta meng edukasi, dengan tetap dikelola secara profesional dan beretika.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved