Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar Tahun Ini, Gegara Kecewa Manajemen Pengelola Gedung

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar Tahun Ini, Gegara Kecewa Manajemen Pengelola Gedung di Surabaya.

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar Tahun Ini, Gegara Kecewa Manajemen Pengelola Gedung
TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Ketua Sanggar Merah Putih, M Anis dalam konferensi pers di Jl Gubernur Suryo, Rabu (21/8/2019) 

Pasar Seni Lukis Indonesia Batal Digelar Tahun Ini, Gegara Kecewa Manajemen Pengelola Gedung

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) merupakan event reguler tiap tahun yang diikuti oleh sekitar 200 pelukis dari seluruh Indonesia, batal digelar tahun ini. 

Alasannya, pihak panitia mengaku kecewa dengan perubahan sistem manajemen pengelolaan di JX International di Surabaya.

M Anis Ketua Sanggar Merah Putih sebagai penyelenggara mengatakan, hari Selasa kemarin dirinya sudah menyampaikan surat pembatalan PSLI itu kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa di Gedung Negara Grahadi.

Pasar Seni Lukis Indonesia: Cerita Ki Samudera Biru Lukis Nyi Roro Kidul, Ngaku Dapat Amanah & Pesan

Pasar Seni Lukis Indonesia: Susmiadi, Buat Lukisan dari Bulu Unggas, Karyanya Sudah Go International

2 Pria di Pasar Seni Lukis Indonesia 2018 Surabaya Susun Batu Jadi Pemandangan

"Dalam surat itu saya sampaikan permohonan maaf karena kami terpaksa membatalkan PSLI tahun ini. Event itu kami batalkan karena PT Gedung Expo Wira Jatim sebagai anak perusahaan BUMD PT PWU (Panca Wira Usaha) yang mengelola gedung JX International tidak profesional, tidak beretika, dan sewenang-wenang," ujarnya dalam konferensi pers di Jl Gubernur Suryo, Rabu (21/8/2019).

Anis membeberkan kronologi tindakan pengelola gedung JX International yang ia anggap tidak profesional. 

Dirinya menyampaikan, bulan Juni lalu ia menerima surat konfirmasi dari PT Gedung Expo yang menyebut bahwa PSLI berlangsung sesuai rencana yaitu 11 sampai 20 Oktober 2019.

Tanggal itu memang sesuai dengan booking gedung yang panitia lakukan bulan Oktober tahun lalu. Dalam surat tersebut juga dicantumkan besaran biaya sewa gedung selama 10 hari yaitu Rp 330 juta, termasuk PPN 10 persen.

Tetapi, kata Anis, pada tanggal 6 Agustus, salah seorang staf PT Gedung Expo mengirim pesan melalui WhatsApp, memberitahu kalau PSLI diundurkan menjadi tanggal 18-24 Oktober 2019 karena berkaitan ada pameran properti dan pameran buku Big Bad Wolf (BBW).

"Hari itu juga, pengelola gedung mengirim surat kedua yang isinya secara sepihak menggeser jadwal pelaksanaan yang sudah disepakati bersama. Meraka juga mengurangi  hari pelaksanaan dari 10 hari menjadi 7 hari, dan dengan sewenang-wenang pula menaikkan uang sewa dari Rp 330 Juta termasuk PPN 10 persen menjadi Rp 770 juta belum termasuk PPN. 

Kesewenang-wenangan inilah yang akhirnya membuat pihaknya mengambil keputusan untuk membatalkan pelaksanaan PSLI tahun ini. 

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, TribunJatim.com berusaha mengonfirmasi hal ini ke pihak PT PWU (Panca Wira Usaha) Jatim, namun belum bisa dihubungi.

Penulis: Mayang Essa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved