Semua Lokasi Parkir di Sidoarjo Akan Dipasangi CCTV, Pantau Pelayanan Jukir dan Keamanan Kendaraan

Dishub Sidoarjo bakal memasang CCTV di semua lokasi parkir di Sidoarjo. Pemasangan itu bersamaan dengan penerapan sistem baru perparkiran.

Semua Lokasi Parkir di Sidoarjo Akan Dipasangi CCTV, Pantau Pelayanan Jukir dan Keamanan Kendaraan
SURYA.CO.ID/M TAUFIK
Jalan Gajahmada, salah satu lokasi yang bakal menjadi pilot projek penerapan sistem parkir baru di Sidoarjo, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Dishub Sidoarjo bakal memasang CCTV di semua lokasi parkir di Sidoarjo.

Pemasangan itu bersamaan dengan penerapan sistem baru perparkiran di Kota Delta.

Menurut Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amiq, pemasangan CCTV di lokasi parkir tujuan utamanya untuk memantau pelayanan dari jukir kepada masyarakat.

"Agar kinerja jukir bisa terus terpantau. Selain itu, pemasangan CCTV juga untuk keamanan keandaraan yang terparkir," ungkap Bahrul Amiq kepada Surya (grup TribunJatim.com), Rabu (21/8/2019).

Tentang teknis pemasangan kamera pengintai itu, pihaknya masih menunggu hasil kajian dan pemantapan sistem bersama tim ahli dari ITS Surabaya.

Pemkot Tata Ulang Kawasan Wisata Religi, Akan ada Museum, dan Tidak Ada Parkir Liar

Namun, anggaran untuk pengadaan CCTV sudah ada melalui PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD 2019 yang baru saja disahkan oleh DPRD Sidoarjo.

"Termasuk pengadaan rambu, papan informasi, marka, dan sejumlah kebutuhan lain sudah terakomodasi dalam anggaran itu. Meski belum seratus persen, setidaknya program ini bisa berjalan," papar dia.

Pihaknya memasang target, sistem perparkiran baru sudah berjalan tahun ini.

Sebagai pengganti parkir berlangganan yang telah dihapus sejak bulan Juli lalu.

Bahrul Amiq mengaku belum bisa mengungkapkan apakah pakai e-parkir atau sistem lain.

Hanya disampaikan dia bahwa sistem baru nanti berbasis IT, memanfaatkan teknologi kekinian, dan paling feasible dibanding sistem lain.

Buntut Tarif Parkir Ilegal di Taman Suroboyo, Dishub Surabaya Amankan Jukir saat Operasi Gabungan

"Akurasinya harus tepat, kemudian yang lebih penting dari semua itu adalah optimalisasi pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

Jukir juga menjadi perhatian serius dalam penerapan program baru ini.

Direncanakan, para juru parkir akan mendapat pelatihan dan pemantapan skil untuk mengoperasikan sistem yang diterapkan.

Termasuk gaji atau pendapatannya, juga disebut sedang diupayakan bisa lebih bagus dibanding sebelumnya.

Dengan gaji yang cukup, jukir tentu dituntut lebih profesional dalam menjalankan tugas.

Tak hanya itu, Dishub Sidoarjo bersama tim ahli juga sedang merancang sistem asuransinya.

Buang Puntung Rokok Sembarangan, Truk Box Diparkir di Bahu Jalan di Surabaya Ludes Terbakar

Yakni asuransi untuk masyarakat yang kendaraannya diparkir di tempat yang dikelola oleh Dishub Sidoarjo.

"Dengan pelayanan bagus, pengamanan maksimal, plus asuransi. Supaya masyarakat juga tenang dan nyaman saat memarkir kendaraannya," tukas mantan Kepala DLHK Sidoarjo ini.

Sebagai evaluasi, bakal diterapkan pula alat untuk mengukur indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan perparkiran.

Melalui itu, bisa jadi acuan dalam melakukan perbaikan atau pembenahan kualitas pelayanan.

Dalam pertemuan Dishub dengan tim ahli dari ITS beberapa waktu lalu, muncul pula istilah SPON (sistem parkir online).

Seperti pola ojek online, warga cukup membayar parkir lewat aplikasi.

Tanpa karcis karena bisa pakai barcode, dan pembayarannya juga nontunai.

Petugas parkir, tetap diberdayakan di lokasi. Mereka membawa alat, kemudian warga yang parkir cukup melakukan pengecekan seperti scan barcode atau sejenisnya ke alat yang dibawa oleh jukir.

Pelantikan DPRD Sidoarjo Didemo Mahasiswa, Kritik Tingkah Dewan Bernyanyi Sambil Kipas-kipas Uang

Erwin Widodo, Kaprodi Paskasarjana Teknik Industri yang terlibat dalam kajian menyebut bahwa sistem perparkiran yang sedang disiapkan untuk Sidoarjo adalah memadukan sistem yang sedang diterapkan yakni parkir berlangganan, dengan pola-pola yang diterapkan di daerah lain.

"Serta dipadukannya dengan sejumlah karya ilmiah tentang perparkiran. Agar lebih maksimal," kata Erwin saat di Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Dalam prosesnya, ada beberapa pertimbangan utama untuk merumuskan konsep pengelolaan parkir di Sidoarjo.

Yakni pertimbangan Layanan Publik yang maksimal, potensi PAD, serta pola atau sistem apa yang dibutuhkan masyarakat.

"Intinya pelayanan harus lebih baik. Apakah memakai aplikasi mobile, kartu khusus, tentu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," tandasnya. (Surya/M Taufik)

Penulis: M Taufik
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved