Tembak Mati Kapten Sindikat Pencuri Mobil di Mojokerto, Polisi Juga Temukan Senjata Rakitan & Peluru

Tembak Mati Kapten Sindikat Pencuri Mobil di Mojokerto, Polisi Juga Temukan Senjata Rakitan & Peluru.

Tembak Mati Kapten Sindikat Pencuri Mobil di Mojokerto, Polisi Juga Temukan Senjata Rakitan & Peluru
SURYA.CO.ID/FEBRIANTO RAMADANI
Jajaran Anggota Polres Kabupaten Mojokerto Menunjukkan Sejumlah Barang Bukti di Halaman Polres Mojokerto Rabu (21/8/2019). 

Tembak Mati Kapten Sindikat Pencuri Mobil di Mojokerto, Polisi Juga Temukan Senjata Rakitan & Peluru

TRIBUNMOJOKERTO.COM, MOJOKERTO - Abdul Madjid,(44) asal dusun Sumbersari, desa Kesiman, kecamatan Trawas, kabupaten Mojokerto, mengatakan, telah menerima barang dari tersangka, Sudiyono alias Diyono alias Pak Tek (39) sebanyak empat kali.

"Ada empat kali saya terima barang dari pak tek. Kendaraan merk Carry Pick Up, Carry, Mitsubishi L300, sama Panther, jadi saya cuma dititipin aja. Yang menjual pak Tek sendiri, " kata Abdul Madjid, Rabu (21/8/2019).

"Kalau Pak Tek mau ambil mobil saya dikasih uang 400 sampai 500 ribu setiap mobil," imbuhnya.

Polres Mojokerto Tembak Mati Kapten Sindikat Pencuri Mobil Asal Pasuruan

Isak Tangis Iringi Jasad Santri Tewas Dihajar Saat Dimakamkan di Mojokerto, Korban Adalah Anak Yatim

Kagetnya Santri Ponpes di Mojokerto Dihajar Senior Gegara Tak Izin Keluar Kamar, Tewas Muntah Darah

Masih kata Abdul Madjid, sebelum kendaraan roda empat dijual oleh Pak Tek, plat nomor diganti terlebih dahulu dengan plat nomor kendaraan lainnya. Selain itu, kendaraan juga diberi sedikit cacat supaya pembeli menganggap kendaraan tersebut adalah kendaraan bekas.

"Saya sudah lama kenal dengan pak Tek di lembaga pemasyarakatan. Saya dulu di lembaga pemasyarakatan karena kasus narkoba," ujarnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, menambahkan, senjata rakitan berlaras panjang beserta sembilan peluru tajam ditemukan di rumah tersangka yang bernama Sudiyono.

"Senjata ini berkaliber 5,56 milimeter. Kalau seorang pelaku tindak pidana sudah berusaha memiliki senjata rakitan. Maka tujuannya adalah melakukan perlawanan maupun sebagai sarana untuk melancarkan tindak pidana," ujarnya Rabu (21/8/2019)

AKBP Setyo menambahkan, dalam menjual barangnya, tersangka memiliki pangsa pasar tersendiri untuk mengambil keuntungan sebanyak banyaknya. Sehingga tersangka berganti tempat dalam menjual barangnya.

"Modus pelaku adalah pasal 363 KUHP dan pasal 480 tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan penadahan atau persekongkolan jahat dengan merusak barang terlebih dahulu. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara," imbuhnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved