Kondisi Gedung DPRD Kota Batu Masih Layak, Tapi Butuh Perawatan & Pembenahan Seperti Gedung Dicat

Kondisi Gedung DPRD Kota Batu Masih Layak, Tapi Butuh Perawatan & Pembenahan Seperti Gedung Dicat.

Kondisi Gedung DPRD Kota Batu Masih Layak, Tapi Butuh Perawatan & Pembenahan Seperti Gedung Dicat
SURYA/BENNI INDO
Pekerja sedang memperbaiki tegel yang berada di lantai dua DPRD Batu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Bagi Ketua DPRD Batu Cahyo Edi Purnomo, bangunan gedung DPRD Batu masih sangat layak.

Namun, perlu ada pembenahan fasilitas di gedung perwakilan rakyat Kota Batu itu. Hal itu disampaikan Cahyo saat ditemui setelah melaksanakan paripurna, Rabu (21/8/2019).

“Ya gedung ini dibangun tahun 2004, kalau tingkat layak masih layak. Saya berkunjung ke kota lain, yang tidak lebih baik dari ini juga banyak,” ujarnya.

Petani Stroberi Kota Batu Pusing Harga Jual Anjlok & Rugi, Minta Pemkot Terlibat Pasarkan Hasil

Terinspirasi Tour dIndonesia, Punjul Santoso Ingin Gelar Tour dBatu untuk Munculkan Bibit Atlet

Wali Kota Batu Tegaskan Ingin Ada Tambahan Satu SMP di Junrejo Buat Tingkatkan SDM Masyarakat

Kata Cahyo, adanya kerusakan di dalam gedung merupakan hal yang wajar karena gedung dibuat oleh manusia dan butuh perawatan. Dijelaskannya, ada sejumlah kebocoran di langit-langit gedung dan barang terjatuh. Selain itu, juga adanya kebuntuan saluran air di toilet.

Menurutnya, saluran air yang buntu di toilet akibat ulah manusia. Ia pun meminta agar setiap orang yang menggunakan toilet tidak membuang sampah ke dalam lubang, melainkan ke tempat sampah yang telah disediakan.

“Toiletnya juga bagus, kalau buntu itu faktor manusianya. Misalnya, membuang sampah di lubang. Faktor lain tikus masuk mati di dalam, bisa jadi. Tapi itu tidak bisa kami prediksi,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, toilet di DPRD Batu yang bisa diakses oleh orang umum hanya ada satu. Lokasinya berada di belakang. Ada toilet perempuan dan pria.

Kondisi di dalam tidak terlalu bersih. Aliran air di tempat buang air kecil sering tersumbat. Westafel dan kacanya tidak terlalu bersih.

Sementara di lantai dua ruang sidang, terdapat tegel yang pecah. Debu menumpuk sangat tebal. Lantai dua sangat jarang digunakan.

Cahyo menegaskan sekali lagi, sekalipun gedung masih layak, namun memang perlu perawatan seperti pembenahan dan pengecetan gedung. Bahkan kursi dan meja di dalam ruang sidah bila perlu diplitur agar terlihat berkilau.

“Biar sama berkilau seperti milik Pemkot, ya diplitur,” paparnya.

Sementara untuk meubeler, menurut Cahyo tidak perlu diganti. Katanya, kursi-kursi di gedung dewan berbahan kayu yang kuat sehingga tidak perlu diganti.

“Untuk apa beli yang baru, orang sidang itu glempoh (duduk tanpa kursi) saja bisa. Ini kursinya masih kuat,” tegasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved