Ribuan Orang Terhibur di Ajang Festival Terbuka Jaranan di Alun-alun Trenggalek

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya menikmati hiburan seni jaranan dalam Festival Terbuka Ke-24 Jaranan Trengga

Ribuan Orang Terhibur di Ajang Festival Terbuka Jaranan di Alun-alun Trenggalek
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Pentas Jaranan dalam Festival Terbuka Ke-24 Jaranan Trenggalek yang digelar di Alun-Alun Kabupaten, Rabu (21/8/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya menikmati hiburan seni jaranan dalam Festival Terbuka Ke-24 Jaranan Trenggalek yang digelar di Alun-Alun Kabupaten mulai Rabu (21/8/2019) malam.

Mereka antusias memadati area depan panggung pertunjukan untuk menonton pagelaran mulai pembukaan hingga pentas terakhir hari itu. Festival yang diikuti oleh kelompok kesenian jaranan dari Trenggalek dan luar Trenggalek itu bakal digelar hingga Sabtu (24/8/2019).

“Bagus pertunjukannya. Senang bisa melihat jaranan dengan cara yang nyaman, di depan panggung. Apalagi Jaranan Turunggo Yakso jarang ditampilkan di kegiatan-kegiatan sehari-hari,” kata Widodo, penonton asal Kecamatan Pogalan kepada Tribunjatim.com.

Festival itu diikuti oleh 34 kelompok kesenian jaranan untuk kategori umum. Sebanyak 9 kelompok berasal dari luar Trenggalek. Ada juga 23 kelompok untuk festival tingkat sekolah dari SD sederajat hingga SMA sederajat.

Tiap-tiap kelompok jaranan menampilkan pertunjukan selama 20 menit. Selain pertunjukan jaranan Turonggo Yakso, sebagian dari peserta juga menampilkan pertunjukan jaranan umum.

Ketua Panitia Festival, Agus Setiyono, mengatakan, festival rutin tahunan itu digelar untuk melindungi, membina, dan mengembangkan seni budaya jaranan di Trenggalek. Tujuannya pelestarian jaranan dapat terjaga.

Didenda Rp 150 Juta, Panpel Arema FC : Pertandingan di Stadion Kanjuruhan Ditulis Stadion Gajayana

Kecurigaan Jokowi Terhadap Penumpang Gelap Saat Kerusuhan Papua, Siapakah yang Dimaksud?

Nikita Mirzani Menangis Ingat Dijadikan Tersangka Mantan Suami, Ungkap Nasib Anak dan Pesan Mereka

“Tujuan utamanya untuk memperkaya khasanah budaya nasional,” kata Agus kepada Tribunjatim.com.

Para seniman dan budayawan jaranan diberi ruang untuk berkreasi dalam festival itu. Agus berharap, mereka akan menjadi tonggak pendorong kesenian jaranan berkembang menjadi salah satu ikon Trenggalek.

Sepuluh penyaji terbaik untuk penampilan Jaranan Turonggo Yakso, dan sepuluh untuk penyaji jaranan non-Turonggo Yakso akan dipilih pada kategori umum. Juga penata tari dan penata iringan terbaik.

Sementara untuk tingkat sekolah, akan dipilih lima penyaji terbaik untuk masing-masing tingskatan, serta penata tari dan penata iringan terbaik.

Mereka memperebutkan uang pembinaan jutaan rupiah, trofi, dan piagam. Tim penilai berasal dari akademisi seni dan praktisi kesenian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto mengatakan, festival itu sebagai upaya mempertahankan kesenian jaranan agar tetap eksis di tengah serbuan globalisasi dan modernisasi.

“Seni jaranan ini pertama kali ada di tahun 1.041. Dan seni ini dimiliki 34 daerah di Jawa Timur, termasuk Trenggalek,” ungkap Joko.
Sudah 24 kali dalam setiap tahun festival jaranan digelar di Kabupaten Trenggalek. Menurut dia, banyak kemajuan yang diperoleh dari tiap penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Ia mengajak para peserta untuk menjadikan festival sebagai momentum.

“Momentum untuk meningkatkan kesenian daerah Turonggo Yakso yang merupakan ikon kesenian yang sudah dipentaskan secara nasional dan internasional. Sekaligus menjadikan sebagai daya tarik yang tidak hanya dinikmati masyarakat Kabupaten Trenggalek,” pungkas Joko. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved