Cara Beda Pendemo Kritik Kebijakan Pemkab Jember, Gelar Ruwatan Bumi Hingga Makan Nasi Tumpeng

Cara Beda Pendemo Kritik Kebijakan Pemkab Jember, Gelar Ruwatan Bumi Hingga Baca Macapat dan Makan Nasi Tumpeng.

Cara Beda Pendemo Kritik Kebijakan Pemkab Jember, Gelar Ruwatan Bumi Hingga Makan Nasi Tumpeng
SURYA/SRI WAHYUNIK
pendemo gelar ruwatan bumi jember 

Cara Beda Pendemo Kritik Kebijakan Pemkab Jember, Gelar Ruwatan Bumi Hingga Makan Nasi Tumpeng

TRIBUNJEMBER.COM, JEMBER - Ratusan orang yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Butuh Bupati Baru menggelar aksi di Alun-Alun Jember, Jumat (23/8/2019) sore.

Aksi itu dikemas dalam bentuk 'Ruwatan Bumi Jember'. Mereka memusatkan aksinya di Alun-Alun Jember, dimulai selepas salat Jumat di Masjid Jami Al-Baitul Amien, Jember.

BREAKING NEWS: Gudang Pengeringan Tembakau di Jember Ludes Terbakar, PMK Butuh 30 Menit Padamkan Api

Emil Dardak & Menantu Soekarwo Diusulkan Demokrat Jember Jadi Calon Ketua dan Sekretaris DPD Partai

Jember Dipilih Jadi Lokasi Start dan Finish Etape Tour dIndonesia 2019, Pemkab Bangga: Terima Kasih

Mereka berkumpul di Jalan Sudarman, di sisi selatan Alun-Alun Jember, yang menjadi lokasi aksi.

Sebelum melakukan ruwatan, mereka mengarak dua gunungan hasil bumi berkeliling Alun-Alun Jember.

Gunungan itu kemudian ditempatkan di trotoar Alun-Alun di dekat Jl Sudarman. Selain membawa dua gunungan, pendemo juga membawa puluhan tumpeng nasi kuning, dan nasi putih.

Mereka berdoa sambil mengelilingi gunungan hasil bumi dan tumpeng itu. Secara bergantian, sejumlah orator melakukan orasi.

Setelah berorasi, mereka melakukan ritual ruwatan. Di ritual ruwatan itu ada pembacaan macapat. Setelah acara ruwatan selesai, gunungan hasil bumi itu dibagikan, dan nasi tumpeng dimakan bersama.

Koordinator aksi Kustiono Musri mengatakan, aksi 'Ruwatan Bumi Jember' itu sebagai bentuk kritik terhadap Pemkab Jember.

"Ini bentuk kritik kami kepada Pemkab Jember saat ini. Ruwatan merupakan klimaks dari keputusasaan kami. Semuanya sudah kami lakukan melalui cara-cara yang diatur di konstitusi, namun mentok. Akhirnya kami melakukan ruwatan ini supaya Jember selamat," ujar Kustiono.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved