ISSI Canangkan Banyuwangi Sebagai Kota Balap Sepeda di Indonesia

Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari mengapresiasi Banyuwangi sebagai daerah yang konsisten terhadap balap sepeda.

ISSI Canangkan Banyuwangi Sebagai Kota Balap Sepeda di Indonesia
Surya/Haorrahman
Tour de Indonesia tiba di Banyuwangi 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari mengapresiasi Banyuwangi sebagai daerah yang konsisten terhadap balap sepeda. Bahkan dia menyebut Banyuwangi sebagai kota balap sepeda di Indonesia.

Ini karena masyarakat Banyuwangi selalu antusias dengan gelaran balap sepeda. Tidak hanya menggelar berbagai kompetisi sepeda, namun warga Banyuwangi juga turut menyambut meriah gelaran balap sepeda lain, seperti Tour de Indonesia.

“Kami senang animo masyarakat sangat positif menyambut para pembalap. Ini menjadi kekhasan Banyuwangi,” kata Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia Raja Sapta Oktohari kepada Tribunjatim.com, Jumat (23/8).

Tour De Indonesia sendiri telah berlangsung dalam lima etape dengan jarak 825,4 KM yang melalui beberapa kota di Jawa dan Bali.
Pada etape keempat ini pebalap dari 20 negara melalui rute sepanjang 147,3 KM dengan start dari kota Jember menuju Paltuding, Gunung Ijen Banyuwangi, Kamis (22/8).

Etape ini dimenangkan oleh Meikel Eyob, pebalap Kinan Cycling Team Jepang yang sukses menaklukkan tanjakan terberat horse category menuju Gunung Ijen.

Di sepanjang rute masyarakat Banyuwangi antusias menyambut para pebalap. Tidak lupa aneka hiburan seni dan tradisi lokal yang disuguhkan warga menyambut mereka.

Di Etape keempat Tour D’Indonesia ini para pembalap harus menaklukkan tanjakan menuju Ijen yang dikenal sangat curam dengan kemiringan 45 derajat. Etape ini juga jadi ajang pembuktian bagi para raja tanjakan untuk menunjukkan keahliannya.

“Tanjakan Ijen ini sudah terkenal jadi level tertinggi dan tersulit di balap sepeda Indonesia yang biasa disebut horse class (HC), track ini bahkan dapat pujian dari tim commisaire. Tentunya ini akan menjadi penilaian positif bagi kompetisi balap sepeda Indonesia di dunia Internasional,” kata Raja Sapta kepada Tribunjatim.com.

Rute menuju Ijen memang sudah tidak asing lagi bagi sejunlah pebalap manca negara. Mereka sudah banyak menjajal rute ini karena ikut bergabung dalam kompetisi Internasional Tour De Banyuwangi Ijen yang rutin digelar Banyuwangi sejak 2012. Mereka telah menjajal salah satu rute terekstrem di Asia ini.

“Tidak salah jika kami juga menyebut Banyuwangi sebagai Kota Balap sepeda, Banyuwangi rutin menggelar kompetisi internasional. Dan hampir semua disiplin balap sepeda seperti road dan BMX ada disini,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Apresiasi yang sama juga datang dari Jacky Verdenet, President Commissaire Panel Tour d’Indonesia yang juga commisaire UCI (federasi balap sepeda internasional). Jacky sangat terkejut kalau Indonesia punya tanjakan ekstrem yang begitu menantang.

“Saya biasa menangani Tour de France yang menurut saya tanjakannya sudah sulit, tapi ternyata disini lebih berat lagi. Dan yang lebih mengagumkan lagi, sepanjang rute pemandangannya sangat indah. Saya kira pebalap Tour de France harus menjajal rute ini.” ujar Jacky.

Pemenang etape keempat Meikel Eyob dari Trengganu Cycling Team Malaysia berhasil menjadi juara pertama di etape keempat ini dengan catatan waktu 4 jam 16 menit. Raja Tanjakan (KOM) dimenangkan oleh Thomas Lebas asal Kinan Cycling Jepang. Thomas merupakan salah satu pemenang International Tour d’ Banyuwangi Ijen tahun lalu. (Haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved