Santri Senior Ponpes Mambaul Ulum Mojokerto Jadi Tersangka, Hasil Otopsi Tengkorak Korban Pecah

Santri Senior Ponpes Mambaul Ulum Mojokerto Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan, Hasil Otopsi Tengkorak Korban Pecah.

Santri Senior Ponpes Mambaul Ulum Mojokerto Jadi Tersangka, Hasil Otopsi Tengkorak Korban Pecah
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
WN (17) Santri senior ponpes mambaul ulum, pelaku penganiayaan, saat diamankan oleh polsek mojosari, Rabu (21/8/2019) 

Santri Senior Ponpes Mambaul Ulum Mojokerto Jadi Tersangka, Hasil Otopsi Tengkorak Korban Pecah

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - WN (17), santri senior Ponpes Mambaul Ulum asal kecamatan Pacet, kabupaten Mojokerto, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Mojokerto, atas kasus santri tewas dianiaya yang menyebabkan hilangnya nyawa AR (16).

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP M Solikhin Fery membenarkan, pihaknya sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Pelaku satu orang dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka," ungkapnya, Jumat (23/8/2019).

BREAKING NEWS: Diduga Kena Percikan Mesin Las, Pabrik Paku di Mojokerto Hangus Terbakar

Banyak Mobil yang Parkir di Jalur Sepeda Ganggu Pesepeda, Ini Keluhan Warga Kota Mojokerto

Tembak Mati Kapten Sindikat Pencuri Mobil di Mojokerto, Polisi Juga Temukan Senjata Rakitan & Peluru

Masih kata AKP M Solikhin Fery, Peningkatan status WN adalah hasil otopsi, penyelidikan, sekaligus gelar perkara yang dilakukan penyidik dalam kurun waktu 1×24 jam, pada Rabu (21/8/2019) kemarin.

Korban diketahui mengalami luka pada bagian kepala belakang dan tengkorak kepala pecah.

Selain itu, lanjut AKP M Solikhin Fery, Dugaan penganiayaan berat hingga berujung tewasnya seorang santri junior tersebut akhirnya dinaikkan ke penyidikan. 

Pasca peristiwa tersebut, Empat orang saksi juga diperiksa Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

AR, meninggal saat menjalani perawatan di RSI Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Usai dinyatakan meninggal, Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, untuk proses otopsi 

“Alasannya, karena diduga korban keluar pesantren tanpa izin. Ditambah hasil otopsi korban meninggal, akibat luka di kepala. Tengkorak belakang pecah,” pungkasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved