Shohib, Warga Pasuruan ini Jadi Kolektor Uang Lintas Negara

Hal itulah seperti yang dilakukan oleh Shohibul Hujjah, seorang kolektor uang kertas dan koin lintas negara asal Kota Pasuruan.

Shohib, Warga Pasuruan ini Jadi Kolektor Uang Lintas Negara
(Surya/Galih Lintartika)
Warga Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan. Pria berzodiak taurus ini memamerkan puluhan uang kertas dan koin yang ia simpan di dalam sebuah tempat khusus. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Bagi seorang kolektor mengumpulkan benda-benda antik memiliki nilai kepuasan tersendiri. Bahkan, sampai ke luar negeri pun akan ia lakukan.

Hal itulah seperti yang dilakukan oleh Shohibul Hujjah, seorang kolektor uang kertas dan koin lintas negara asal Kota Pasuruan.

Ditemui, di rumahnya di Perum Pesona Candi Blok CD - 16, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan. Pria berzodiak taurus ini memamerkan puluhan uang kertas dan koin yang ia simpan di dalam sebuah tempat khusus.

Hampir sejumlah negara di Asia ia memiliki mata uangnya. Bahkan, mata uang Arab Saudi mulai dari nominal 1 real hingga ratusan real pun ia memilikinya.

Menariknya, semua koleksi uang tersebut tidak ia dapat dari orang lain atau ia beli khusus di pasaran, melainkan karena hobinya yang suka traveling ke luar negeri. Sehingga setiap kali ada negara yang ia singgahi, Shohib selalu menyisihkan sedikit uang dari negara tersebut untuk ia simpan buat kenang -kenangan.

"Jadi dengan menyimpan uang dari setiap negara yang berbeda, itu sebagai bukti bahwa saya pernah berkunjung ke negara tersebut," kata pria yang aktif sebagai wakil ketua Dewan Kesenian Pasuruan (DKP) tersebut.

Tak hanya itu, pria itu juga mengaku bahwa hobi mengkoleksi uang kertas dan koin lintas negara itu sudah ia tekuni sejak tahun 2011 silam.

"Ya, karena pada tahun itu awal kali saya ke Singapura. Dan ketika itu saya lihat gambar yang di uang USD Singapura itu menarik serta kertasnya yang sedikit berbeda dengan uang Indonesia. Jadinya saya iseng-iseng untuk menyimpannya. tahun depan saya jalan-jalan lagi ke Malaysia. Sehingga setiap kali ke luar negeri selalu saya sisihkan uang dari negara tersebut untuk saya koleksi," terangnya kepada Tribunjatim.com.

ISSI Canangkan Banyuwangi Sebagai Kota Balap Sepeda di Indonesia

BREAKING NEWS - KM Santika Nusantara Surabaya - Balikpapan Terbakar di Masalembu Madura

6 Fakta Mutia Ayu, Pedangdut Mantan Atlet Voli Istri Glenn Fredly, Berusia Lebih Muda 19 Tahun

Di sisi lain, Shohib juga mengaku dengan mengoleksi uang dari lintas negara itu, ia mempunyai ilmu baru, di mana ia akhirnya bisa mengetahui perbedaan dari masing-masing mata uang setiap negara.

Dan ia juga memiliki tips khusus agar uang kertas dan koin yang dikoleksi itu tidak gampang rusak.

"Jangan-jangan sekali-kali melipat uang, karena setiap kolektor uang tidak ada yang melipat uangnya. Karena itu akan mempengaruhi pada kualitas dari uang tersebut," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, ia menambahkan, uang kertas yang dikoleksi tidak perlu dilaminating atau pun distrika. Bahkan, jangan kalau memegang dengan tangan usahakan pakai sarung tangan, jangan dengan tangan, karena khawatir terkena minyak yang menempel di telapak tangan

"Dan yang terakhir simpan uang tersebut di dalam tempat khusus dan aman dari rayap," pungkas pria yang juga menjabat sebagai Ketua MIT Raudhatul Mustariyah tersebut. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved