Breaking News:

Universitas Brawijaya dan Kemenhan RI Jalin Kerja Sama Program Bela Negara untuk Perangi Radikalisme

Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk memerangi radikalisme di dalam kampus.

TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Penandatanganan MoU Bela Negara antara Universitas Brawijaya dan Kementerian Pertahanan RI, Sabtu (24/8/2019). 

Laporan Wartawa TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk memerangi radikalisme di dalam kampus.

Rektor UB, Nuhfil Hanani mengatakan kerja sama tersebut bakal ditindaklanjuti dengan memasukkan materi bela negara dalam agenda kemahasiswaan.

"Kami agendakan pendidikan bela negara yang akan diikuti oleh 3000 mahasiswa. Nantinya pendidikan bela negara ini akan melibatkan Kostrad," ujar Nuhfil, Sabtu (24/8/2019).

Tangkap Calo Saat Penerimaan Maba Seleksi Mandiri, Tujuh Satpam UB Diberi Penghargaan dan Hadiah

Dugaan TNI di Kasus Asrama Papua, Kodam V/Brawijaya Siap Sanksi Jika Terbukti, Lagi Viral di Twitter

Ia menambahkan MoU itu juga menjadi wadah bagi para dekan untuk melaksanakan program deradikalisasi. Seperti yang sudah dilaksanakan oleh program vokasi.

"Jadi para dekan ini bisa langsung bisa mengundang misalkan orang Kemenhan mau ceramah di fakultasnya," ucapnya.

Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu menuturkan semua perguruan tinggi (PT) di Indonesia wajib melaksanakan program bela negara.

"Ini ujung-ujungnya untuk Pancasila. Kalau Pancasila hancur habis sudah bangsa ini," katanya.

Kepada para mahasiswa baru, Ryamizard berpesan agar mereka menjauhi paham radikal berbaju khilafah.

"Orang yang tidak seagama dianggap kafir. Bahaya itu," pungkasnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved