Hari Kemerdekaan RI

Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Seribu Perserta Ramaikan Karnaval Budaya Desa Ngingas Waru Sidoarjo

Seribu peserta meramaikan gelaran karnaval yang berlangsung di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (25/8/2019).

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
yoni Iskandar/Tribunjatim
Peserta pawai karnaval budaya Desa Ngingas, kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, berlangsung meriah pada Minggu (25/8/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Seribu peserta meramaikan gelaran karnaval yang berlangsung di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (25/8/2019).

Ribuan warga Ngingas, tumpah ruah di jalanan, di kampung yang terkenal dengan sebutan kampung 'Logam' tersebut.

Ratusan anak-anak hingga orang dewasa mengikuti pawai karnaval yang mengambil tema 'Karnaval Budaya' yang merupakan rangkaian dari peringatan hari kemerdekaan RI yang ke-74.

Kepala Desa Ngingas, H Mohammad Samian mengatakan, semua peserta menampilkan kreasi dan inovasi mereka sesuai dengan tema yang telah ditentukan berdasarkan undian dan musyawarah sebelumnya. Bahkan berbagai etnik budaya, suku ditampilkan di ajang gelaran tahunan tersebut.

"Alhamdulillah acara hari ini berjalan lancar, tiap RT diikuti minimal 70 orang, jadi kalau ada 15 RT di lingkungan kami, sudah hampir pesertanya hamoir seribu orang. Ini sebagai bentuk Desa kami dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekan RI yang ke- 74," jelas pria yang murah senyum ini.

Tidak ketinggalan di ajang karnaval Budaya kali ini lanjut Samian, ada beberapa peserta terutama dua RT di wilayahnya juga menyuguhkan budaya Papua. Bahkan Budaya Bali baik dari segi busana hingga ogoh-ogoh pun tidak ketinggalan ditampilkan pada gelaran karnaval kali ini.

"Pesertanya dari anak-anak, karang taruna, bapak-bapak dan ibu-ibu yang ditampilkan tiap RT. Semua pesrta mengelilingi kampung yang punya sebutan kampung Logam. Alhamdulillah antusias warga peserta dan warga sangat luar biasa. Biaya yang dikeluarkan oleh peserta jauh lebih besar dibandingkan dengan hadiah  Tapi Warga Ngingas tidak melihat hadiahnya melainkan rasa syukur atas kemerdekaan yg telah diperjuangkan oleh para pahlawan Bangsa. Selain itu untuk menanamkan rasa Patriotisme dan Cinta Tanah Air terhadap generasi muda bahwa NKRI adalah final , NKRI adalah harga mati yang harus dipertahankan," papar mantan guru ini.

HUT Kemerdekaan RI ke 74, Barisan Dokter di Fakultas Kedokteran Unair Jadi Koki Sehari

Bikin Gapura Garuda 4D, Desa Sidomulyo Batu Masuk 10 Besar Festival Gapura Cinta Negeri 2019.

6 Makanan yang Bisa Atasi Insomnia, Konsumsi Sebelum Tidur, dari Pisang hingga Oatmeal!

Menurut Samian, kegiatan lomba yang diikuti warganya tiap RT, terutama lomba kebersihan lingkungan, lomba karnaval, lomba kuliner, hingga lomba kreativitas memberi dampak positif yang luar biasa terhadap penataan lingkungan dan perubahan perilaku warga dalam menjaga lingkungan.

"Kegiatan ini menajamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda untuk mencintai NKRI. Apalagi Desa Ngingas akan menjadi Desa wisata Edukasi. hadirnya pengerajin logam telah membantu siswa SMK untuk belajar dan study banding di desa NGingisa. Untuk itu Desa Ngingas menjadi desa Edukasi Wisata," paparnya.

Menurut Anita selaku peserta karnaval, ia mengaku sangat senang mengikuti gelaran karnaval di desanya, pada kesempatan tersebut Anita mengenakan baju pengantin. Hal itu bisa dimaklumi sebab ia seorang perisa muda dan turut berpartisipasi di gelaran karnaval Budaya Desa Ngingas.

"Senang banget, alhamdulillah bisa berpartisipasi. Ini wujud cinta kami terhadap Desa Kami dan NKRI," ujarnya sambil tersenyum.

Hal senada juga diungkapkan Lazuardi yang kali ini turut meramaikan acara dengan grup patrolnya, ia mengaku senang bisa memberikan hiburan kepafa warga. Kendati hanya lewat musik patrol sebagai pengiring pserta kernval di RT 4 dimana ia tinggal.

"Senang saja, kendati hanya latihan semalam. Beruntung saya bisa semua lagu jadi nyantee dan enjoy," ujar siswa SMP ini.

Berbagai kostum dan corak budaya ditampilkan hampir seribu peserta tersbeut, mulai kostum burung garuda,, kostum busana jawa, kostum budaya bali, kostum pengantin, hingga kostum pejuang-pun di tampilkan dalam gelaran tersebut, layaknya event nasional.

Bahkan tidak sedikit warga mengeluarkan biaya hingga jutaan, hanya untuk sewa kostum untuk memeriahkan acara tersebut.

Rute pawai karnaval ini dimulai dari depan balai Desa Ngingas Waru, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Belahan, Jalan Deltawedoro yang menempuh jarak kurang lebih 2 kilometer.

Dala gelaran Karnaval Budaya Desa Ngingas ini, telah diikuti sedikitnya 15 RT dan 5 RW se Ngingas, adapun yang menjadi pemenangnya yakni,  juara harapan 3 RT 08, juara harapan 2 yakni RT 12 , juara harapan 1 adalah RT 01. sedangkan Juara 3 Diraih RT 05, juara 2 RT 13, dan Juara Pertama diraih RT 06.

Pada gelaran karnaval budaya kali ini, memperebutkan hadiah sebesar Rp 10 juta.

"Bukan mencari hadiah tapi kebersamaan dan saling silaturahmi dan cinta NKRI dalam memeriahkan HUT Ro ke 74, itulah tujuan kami, merajut persatuan dan kesatuan bangsa terutama warga Ngingas sendiri," ujar RT Rosul selaku wakil RT 02.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved