SSC Sebut Calon Walikota Surabaya Wajib Punya Modal Minimal Rp 250 Miliar, Ini Rinciannya

Direktur SSC, Mochtar W Oetomo mengkalkulasi, tiap orang yang ingin bertarung di Pilwali Kota Surabaya 2020 harus punya dana minimal Rp 250 M

SSC Sebut Calon Walikota Surabaya Wajib Punya Modal Minimal Rp 250 Miliar, Ini Rinciannya
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo, Kamis (24/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lembaga penelitian politik Surabaya Survei Center (SSC) menyebut biaya politik di Surabaya cukup tinggi.

Direktur SSC, Mochtar W Oetomo mengkalkulasi, tiap orang yang ingin bertarung di Pilwali Kota Surabaya 2020 harus menyiapkan minimal anggaran sekitar 250 miliar.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa pencalonan Walikota di Surabaya membutuhkan anggaran sangat besar," kata Mochtar ketika ditemui di sela diskusi bersama wartawan di Pasuruan, Sabtu (24/8/2019).

Anggaran sebesar itu di antaranya terbagi pada beberapa tahap.

Yakni, sejak saak pencalonan, kampanye, pemungutan suara, hingga proses rekapitulasi suara.

(Syarat Maju Pilwali Kota Surabaya 2020 Jalur Perorangan, Harus Punya Pendukung di 16 Kecamatan)

Di dalam proses pencalonan, bakal calon walikota mengeluarkan biaya untuk melamar partai politik sebagai pengusung.

Harga yang harus dikeluarkan bagi bakal calon wali kota untuk partai bervariasi. Biasanya, bergantung kursi masing-masing partai.

"Kalau satu kursi dihargai sekitar 1 miliar rupiah, maka bisa diketahui berapa yang harus dikeluarkan oleh calon walikota untuk membeli rekom partai," katanya.

Tak berhenti di situ, untuk biaya kampanye di kota sebesar Surabaya para kandidat juga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Di antaranya, untuk menyiapkan Alat Peraga kampanye (APK).

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved