Bermula dari Komunitas Maid Cafe ala Jepang, Candy Cure Kembangkan Bakat Musik hingga Merilis Lagu

Bermula dari sebuah Komunitas Jejepangan atau Maid Cafe, Candy Cure mengasah bakat lima personelnya di dunia musik.

Bermula dari Komunitas Maid Cafe ala Jepang, Candy Cure Kembangkan Bakat Musik hingga Merilis Lagu
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Bermula dari sebuah Komunitas Jejepangan atau Maid Cafe, Candy Cure mengasah bakat lima personelnya di dunia musik. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bermula dari sebuah Komunitas Jejepangan atau Maid Cafe, Candy Cure mengasah bakat lima personelnya di dunia musik.

Komunitas Maid Cafe identik dengan pelayanan untuk cafe ala Jepang, mereka juga kerap kali berpenampilan bak cosplay.

Selain penampilan dan berbudaya ala Jepang, Candy Cure yang terdiri dari Ayaka, Ree, Fhoe, Nao, Yerin dan Marin mencoba merambah musik dengan merilis single "sepanjang waktu".

8 Lokasi di Film Anime Weathering With You yang Ada di Dunia Nyata, Shibuya sampai Shinjuku Jepang

Hadir dengan Konsep Klasik Khas Jepang, Imari Restoran JW Marriott Surabaya Sajikan Menu Kerajaan

Lagu enam perempuan berusia sekitar 20-an ini mengisahkan kesetiaan pasangan sejak kanak-kanak hingga mau yang memisahkan.

Fhoe mengatakan Candy Cure ingin menampilkan sesuatu yang baru keluar dari ciri khas musik Jepang yang terkesan ceria.

"Lagu tema Jepang itu terkesan ceria, up beat, tapi kami single pertama ini kami bikin melankolis karna mau munculin karakter dari masing-masing kita," kata Fhoe di Cafe 1995 Kenjeran Surabaya, Minggu (25/8/2019).

Lagu tersebut diiringi instrumen piano yang dimainkan tangan satu oleh pianis King Jyu.

"Kita punya karakter masing-masing, yang saat ini ingin menampilkan kenangan dan kisah kesetiaan dalam jangka panjang sampai mati. Making memories," kata tambah Yerin.

Nantinya Candy Cure mengatakan, memberikan bocoran untuk lagu kedua akan dibuat up beat atau ceria ala Jejepangan.

"Yang paling sulit karna bakat kami kebanyakan bukan musik. Ada yang musik, ada hobi make up, tetapi itu harus disatukan dan mulai latihan vokal. Nanti tunggu untuk lagu berikutnya, pasti ada yang ceria," kata dia.

Sementara itu, Manager Candy Cure Wine Fallensky mengatakan banyak hal dapat dikembangkan dari skill para komunitas Maid Cafe diantaranya melalui karya musik.

"Komunitas Jepang di Indonesia, sebuah talenta berkembang ke hal positif sehingga para talent dan maid bisa menunjukan kepada publik dalam berkarya. Dampak positif kepada komunitas anak muda bahwa berkarya tidak mustahil," tutup Wine.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved