Breaking News:

Fakta Baru Tewasnya 2 TKI Pamekasan Tertimbun Beton, Pemulangan Jenazah Dibiayai P4TKI dan LP3TKI

Dua TKI asal Desa Ponjenan, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Mattalha (42) dan Sahrullah (42) dinyatakan tewas di Malaysia.

Istimewa
peti jenazah TKI Asal Pamekasan yang meninggal tertimpa beton di Malaysia tiba di Bandara Juanda Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dua TKI asal Desa Ponjenan, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Mattalha (42) dan Sahrullah (42) Ialah dua sosok TKI Tertimpa Beton di Malaysia.

Keduanya tewas setelah tertimbun beton konstruksi di Seksyen U16, Denai Alam, Sham Alam, Selangor, Malaysia, Selasa (20/8/2019) lalu.

Menurut Kantor Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan, keduanya diketahui berangkat ke Malaysia menjadi TKI melalui prosedur yang tidak benar.

Koordinator P4TKI Pamekasan, Hari Sarjana Saputra mengatakan, penjemputan jenazah keduanya tetap dibiayai oleh P4TKI Pamekasan dan LP3TKI Surabaya. Meski keduanya berangkat dengan prosedur yang tidak benar.

(Cerita Santoso 5 Tahun Jadi TKI Ilegal Malaysia, Akhirnya Kembali ke Surabaya, Tangis Si Anak Pecah)

"Kepulangannya yang membiayai dari Perusahaan Malaysia. Kemudian dari Bandara Juanda ke Pamekasan, Ambulance dan biaya pengeluaran jenazahnya dari Cargo yaitu P4TKI Pamekasan bersama dengan LP3TKI Surabaya," kata Hari pada Senin (26/8/2019).

Hari melanjutkan, yang mengantarkan kedua jenazah dan yang mendampingi hingga sampai ke rumah duka, yakni dari petugas P4TKI Pamekasan dan LP3TKI Surabaya.

"Kedua TKI asal Pamekasan yang meninggal di Malaysia itu sudah bekerja di Malaysia lebih dari 10 tahun," ujar Hari.

Kata Hari, keduanya berangkat ke Malaysia menjadi TKI melalui prosedur yang tidak benar.

"Mattalha dan Sahrullah ketika berangkat ke Malaysia hanya bermodalkan paspor saja," ungkapnya.

Hari menyebut, keluarga lupa tanggal pastinya kapan kedua TKI itu berangkat ke Malaysia.

"Waktu dapat informasi dari pihak keluarga detailnya berapa lama, keluarganya bilang lupa kapan mereka berangkatnya," ujar Hari.

(Insiden 2 TKI Pamekasan Tewas Tertimbun Beton di Malaysia, Korban Belum Dapat Santunan Perusahaan)

Hari menyatakan kedua TKI ini hanya berangkat secara non prosedural, bukan TKI ilegal.

"Beda dengan ilegal. Kami menyebutnya Non Prosedural bukan ilegal. Karena mereka memiliki Paspor sama Visa," jelasnya.

"Kalau ilegal itu mereka sama sekali tidak punya dokumen jadi berangkat melalui jalur-jalur tikus di perbatasan," tandasnya.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Dua TKI Pamekasan Tewas Tertimbun Beton Konstruksi di Malaysia, Kepala dan Tangan Korban Luka Parah)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved