Festival Batik Ngalam 2019 Jadi Ajang Pencarian Pakem Batik untuk Kota Malang

Batik Malangan ataupun batik ngalam hingga kini belum juga memiliki sebuah pakem berupa motif yang secara resmi disahkan oleh Pemerintah Kota Malang.

Festival Batik Ngalam 2019 Jadi Ajang Pencarian Pakem Batik untuk Kota Malang
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Penampilan model Malang memeragakan busana dari Kebaya Freddy dalam pembukaan Festival Batik Ngalam 2019 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (26/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Batik Malangan ataupun batik ngalam hingga kini belum juga memiliki sebuah pakem berupa motif yang secara resmi disahkan oleh Pemerintah Kota Malang.

Guna mencari pakem dari batik Malangan tersebut, Pemkot Malang, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang (Disbudpar) menggelar acara Festival Batik Ngalam 2019.

Acara yang berlangsung dua hari mulai tanggal 26-27 Agustus tersebut diikuti oleh 52 pelaku usaha dari Malang Raya, dan juga dari berbagai daerah lainnya di Jawa Timur.

21 di antaranya ialah pelaku ekonomi kreatif se-Malang Raya, 22 Kelurahan se-Kota Malang yang memamerkan produk batik, dan 9 lainnya ialah komunitas batik dari kota/kabupaten yang ada di Jawa Timur.

Puluhan Mahasiswa di Malang Demo, Tuntut Pemerintah Stop Tindakan Represi Terhadap Gerakan Rakyat

Ajang Cito Mens Fashion Week & Pameran Batik, Jadi Jembatan Angkat Pamor Batik Nganjuk

Kabid Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Malang, Heri Sunarko mengatakan, tujuan digelarnya acara tersebut ialah untuk mencari bentuk dari batik Malangan itu sendiri.

Ia menilai, masing-masing daerah seperti Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang memiliki tren batik sendiri-sendiri.

"Tiga daerah memang memiliki motif batik sendiri-sendiri. Bagi saya, itu adalah kebanggaan lokal. Tapi kami berharap di event ini akan ada satu batik Malangan yang akan muncul sebagai identitas Malang Raya," ujarnya.

Oleh karena itu, agar pakem batik Malangan terwujud, Disbudpar Malang akan mengundang para sejarawan, arkeolog dan budayawan.

Jadi Laga Kandang Penutup Putaran Pertama, Berikut Harga Tiket Arema FC vs PSIS Semarang

Smart Card Bakal Diterapkan Buat Pengganti Buku Uji KIR, Dishub Kabupaten Malang: Berantas Pemalsuan

Pihaknya juga akan menggelar diskusi kecil-kecilan sembari menggelar kegiatan membatik, mencanting dan juga pameran karya.

"Itu semua merupakan upaya kami untuk membentuk pakem batik Malangan. Tapi ini masih proses perjalanan dan belum pencetusan. Jadi nanti ini yang direkomendasikan akan kami kirimkan ke Kepapa Dinas Disbudpar, setelah itu baru dikirimkan lagi ke wali kota Malang," ujarnya.

Peserta menata aneka produk kerajinan batik di stan pameran dalam Festival Batik Ngalam 2019 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (26/8/2019).
Peserta menata aneka produk kerajinan batik di stan pameran dalam Festival Batik Ngalam 2019 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Senin (26/8/2019). (SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO)
Halaman
12
Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved