Pria Paro Baya Tewas Terbarak Kereta Api Logawa di Madiun

Seorang pria paro baya bernama Sukaji (60) warga Desa Sirapan RT 05/ RW 04 Kecamatan/Kabupaten Madiun, tewas tertabrak Kereta Api Logawa

Pria Paro Baya Tewas Terbarak Kereta Api Logawa di Madiun
alazharpeduli
Ilustrasi 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seorang pria paro baya bernama Sukaji (60) warga Desa Sirapan RT 05/ RW 04 Kecamatan/Kabupaten Madiun, tewas tertabrak Kereta Api Logawa, Senin (26/8/2019) siang, sekitar pukul 12.30 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tertabrak kereta di KM 159+2 hingga 159+3, Dusun Ngampel RT19/RW 03 Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Kapolsek Nglames, AKP Nuryadi, ketika dikonfirmasi membenarkan. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mendatangi rumah temannya bernama Arip (70).

Korban memarkirkan motornya di depan rumah temannya, kemudian duduk dan mengobrol di depan rumah temannya di Dusun Ngampel RT 19/RW 03 Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Setelah beberapa saat mengobrol, korban ditinggal oleh temannya masuk ke dalam rumah untuk makan siang. Namun, ketika temannya keluar rumah, korban sudah tidak ada.

"Kurang lebih sekitar pukul 12.30 WIB, saksi mengetahui tiba tiba ada petugas Polsuska mendatangi lokasi rel kereta api yang berjarak kurang lebih 40 meter dari rumahnya dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia diduga akibat tertabrak kereta api," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Nuryadi menutukan, korban ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi luka pecah pada bagian belakang tengkorak kepala, dan patah tulang pada rahang kiri.

Dia menambahkan, menurut keterangan sejumlah saksi, semasa hidupnya korban sering sakit-sakitan. Namun, belum diketahui apakah korban sengaja menabrakan dirinya atau murni sebuah kecelakaan.

"Korban semasa hidupnya sering saki sakitan dan bahkan dalam satu minggu berobat sampai dua kali ke RSUD Pantiwaluyo Caruban, dan akhir akhir ini sudah tidak berobat lagi," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Polisi Ringkus 7 Tersangka Narkoba Dalam Satu Rumah Kos di Surabaya

Dua TKI Asal Pamekasan yang Meninggal di Malaysia Tak Dapat Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Hasil Tes Medis Takafumi Akahoshi Lebih Bagus dari yang Diharapkan Arema FC

Sementara itu, manager humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan, berdasarkan keterangan dari masinis KA 188c Logawa, sempat membunyikan klakson lokomotif. Namun, korban tidak menghiraukan sehingga tertabrak.

"Berdasarkan info masinis KA 188c Logawa relasi Purwokerto-Surabaya Gubeng, bahwa di km 159 + 2/3 antara Madiun-Babadan didapati ada orang berada di area terlarang, kemudian masinis KA 188c membunyikan semboyan 35 (menyalakan klakson lokomotif) namun korban tidak menghiraukan kemudian tertemper," kata Ixfan. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved