Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak Mojokerto, Dokter: Bukan Solusi Hukuman Tambahan Penjahat Seksual

Wacana hukuman kebiri kembali mencuat sejalan dengan putusan terhadap Muh Aris (20) pelaku kejahatan seksual terhadap sembilan anak di Mojokerto.

Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak Mojokerto, Dokter: Bukan Solusi Hukuman Tambahan Penjahat Seksual
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Ketua MPPK PBIDI Surabaya Dr. dr. Pujo Hartono 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wacana hukuman kebiri kembali mencuat sejalan dengan putusan terhadap Muh Aris (20) pelaku kejahatan seksual terhadap sembilan anak di Mojokerto.

 Aris mendapat putusan hukuman kebiri juga menjalani 12 tahun penjara, denda Rp 100 Juta (subsider 6 bulan), dan hukuman tambahan Kebiri kimia dari Pengadilan Tinggi Surabaya.

Meski sudah disahkan jadi Undang-Undang, hukuman kebiri ternyata masih menjadi pro dan kontra.

Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian PB IDI turut menolak terlibat tindakan kebiri kimia atau sebagai eksekutor dalam kasus tersebut.

(Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak Mojokerto, Dokter: Tak Menjamin Hilangkan Naluri Seksualnya)

"Kami menghormati keputusan hukum, di sisi lain ada pertimbangan profesi," kata Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian PB IDI Dr. dr. Pujo Hartono, Senin (26/8/2019).

"Toh, pelakunya dihukum yang sudah pasti tapi hukuman tambahan ini mungkin akan dibicarakan dengan pihak terkait," tambahnya.

Dokter Pujo Hartono mengatakan profesi dokter hanya melakukan penanganan pengobatan.

Jika pasien atau dalam hal ini terpidana Muh Aris memiliki kelainan hormonal, pihaknya bersedia melakukan pengobatan terhadap penyakit pasien.

"Kalau pelaku atau pasien ini ada kelainan kita obati, tapi dengan melibatkan macam-macam dokter jiwa, psikiatri, ahli endogren. Bukan eksekusi kebiri tapi mengobati mungkin kelainan hormonal," kata Pujo.

(MPPK PB IDI Dukung Hukuman Berat Pemerkosa 9 Anak, Tapi Tak Boleh Eksekusi Kebiri: Langgar Kode Etik)

Sebab, pasien dengan adiksi seksual atau pelaku kekerasan seksual akan sangat berdampak pada kondisi maupun trauma korban.

Terpenting, menurutnya, pencegahan terhadap hasrat untuk kejahatan seksual.

"Kami konsen bahkan kajian dan analisis lintas sektoral memulai tindakan preventif sampai rehabilitatif terhadap kasus adiksi pornografi. Adiksi itu sudah tidak benar," tutup Pujo.

(Terdakwa Pemerkosa 9 Anak Tak Kasasi, PN Mojokerto Nilai Pidana Tambahan Kebiri Kimia Sesuai UU)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved