Dampak Kemarau Panjang, BPBD Jember Distribusi Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mulai mendistribusikan air bersih ke kawasan yang warganya kesulitan air bersih.

Dampak Kemarau Panjang, BPBD Jember Distribusi Air Bersih
SURYA/MOH RIVAI
Saat distribusi air bersih 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mulai mendistribusikan air bersih ke kawasan yang warganya kesulitan air bersih.

Distribusi air bersih dilakukan kepada warga di Lingkungan Tegalbatu Kelurahan/Kecamatan Patrang, dan Desa Karangharjo Kecamatan Silo.

Distribusi air bersih mulai dilakukan akhir pekan lalu dan pekan ini. Kepala Bidang Kedararutan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan, pihaknya mengirimkan air bersih kepada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. "Kami dekatkan air bersih kepada warga karena mereka sudah sulit aksesnya akibat musim kemarau. Distribusi sudah kami lakukan ke Lingkungan Tegalbatu Kecamatan Patrang, dan Desa Karangharjo Kecamatan Silo," ujar Heru kepada Surya, Selasa (27/8/2019).

Dropping air bersih ke warga Tegalbatu sudah tiga kali dilakukan, dan dua kali pengiriman ke Desa Karangharjo. Pihaknya mengirimkan air bersih setelah warga setempat melapor kepada BPBD Jember. Air bersih yang dikirim setiap tangki mencapai 5 ribu liter air bersih.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Jember, terdapat 60 KK, sekitar 200 jiwa di Lingkungan Tegalbatu, Patrang yang mengalami kesulitan air bersih.

5 Penyanyi Terkenal Dunia yang Awalnya Ternyata sebagai Backing Vocal dan Drummer Band

Surabaya Jadi Kandidat Host Piala Dunia U 20, Pemain Muda Persebaya Supriadi Ingin Ikut Main

Heru menuturkan, air bersih yang didistribusikan merupakan CSR dari sebuah perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) di Kecamatan Sukorambi, Jember.

"Kami mendapatkan air bersih dari CSR perusahaan AMDK, juga mengambil dari sumber air di Garahan," imbuh Heru kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, mengacu kepada data tahun kemarin, ada beberapa daerah di Kabupaten Jember yang warganya berpotensi mengalami kesulitan air bersih.

Mereka tersebar di beberapa titik antara lain Desa/Kecamatan Arjasa, sekitar TPA sampah Pakusari Kecamatan Pakusari, Tegalbatu Kecamatan Patrang, Karangharjo Kecamatan Silo, Desa Jambesari Kecamatan Sumberjambe, dan Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji.

Hingga pekan terakhir di bulan Agustus 2019, baru dua titik yang melapor kesulitan air bersih yakni warga di Lingkungan Tegalbatu, dan warga di sekitar Ponpes Al-Falah Desa Karangharjo Kecamatan Silo. Karenanya tim dari BPBD mulai mendistribusikan air bersih kepada warga setempat.

"Sedangkan dari tempat lain belum ada laporan, dan kami sudah melakukan survei ke daerah-daerah tersebut. Untuk Arjasa, tahun lalu kami pasang tandon di daerah sana. Kalau tidak ada permintaan air bersih, mungkin warga sekitar sudah melakukan pipanisasi, dan menyimpan air itu di tandon tersebut," tegas Heru. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved