Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Gelar Focus Gruop Discussion Untuk Tingkatkan Pendidikan

Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan menggelar Focus Gruop Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan,

Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Gelar Focus Gruop Discussion Untuk Tingkatkan Pendidikan
(Surya/Galih Lintartika)
Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan menggelar Focus Gruop Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan, Senin (26/8/2019) di Hotel Dalwa Bangil Kabupaten Pasuruan. 

TRIBUNJATIM.COM,PASURUAN - Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan menggelar Focus Gruop Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan, Senin (26/8/2019) di Hotel Dalwa Bangil Kabupaten Pasuruan.

FGD ini digelar dalam rangka menyusun formula untuk memaksimalkan peran serta masyarakat dalam peningkatan mutu dan layanan pendidikan.

Sejumlah narasumber hadir dalam FGD kali ini, dia Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan menggelar Focus Gruop Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan,ntaranya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grand.Dipl.SEA, M.Phil, P.hD (Ketua Dewan Pendidikan Propinsi Jawa Timur/Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Dr. Zainal Abidin, S.Ag, M.Pd (Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan/Rektor IAI Dalwa Bangil).

Prof Zakki, sapaan akrabnya, menyampaikan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan peningkatan mutu dan layanan pendidikan di daerah adalah terwujudnya partisipasi aktif dari seluruh komponen/stakeholders masyarakat.

Karena pendidikan, kata dia, merupakan hal yang amat penting untuk meningkatkan profesionalisme dan martabat sumber daya manusia (human resorces) serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Bahkan kedepan, dibutuhkan SDM yang unggul, karena SDM yang unggul itulah yang akan menjadi pemenang, untuk mewujudkan itu maka diperlukan sinergi antara pemerintah, orang tua dan masyarakat dalam Penguatan kapasitas SDM," katanya kepada Tribunjatim.com.

Dia menjelaskan, penguatan nilai dasar melalui pembelajaran akhlaq autentik, penguatan kompetensi tehnis, melalui pengembangan kecakapan IT, dan peningkatan dukungan materiil melalui kebijakan afirmasi anggaran.

BREAKING NEWS: Gubernur Papua Temui Khofifah di Grahadi, Bahas Solusi Pasca Insiden Asrama Papua

Bhayangkara FC Vs Persebaya, Bajul Ijo Abaikan Hasil Buruk The Guardian Pasca Ditinggal Alfredo Vera

Wara-wiri di Layar TV, Mpok Alpa Justru Malu Pakai Barang Mewah dan Bermerek Meski Sudah Tenar

Senada dengan itu, Dr. Zainal Abidin Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan menambahkan, sebenarnya sekolah adalah rumah kedua bagi peserta didik, oleh karenanya guru, orang tua, dan masyarakat haruslah menjadi sumber informasi dan sumber keteladanan.

“Kebijakan penguatan karakter, itu harus berbasis keluarga. Karena keluarga adalah sumber utama dan merupakan pendidikan utama, makanya orang tua harus selalu memberikan keteladanan dalam setiap gerak dan langkahnya," katanya kepada Tribunjatim.com.

Moh. Syukron Aby, Sekretaris Dewan Pendidikan menambahkan, tujuan kegiatan FGD adalah sebagai media dan ruang silaturrahim antara Dewan Pendidikan dengan Pemangku kepentingan dan mitra strategis dalam memahami tantangan & permasalahan pendidikan.

"Temu stakeholders seperti ini akan mampu memberikan alternatif solusi terhadap berbagai persoalan tentang pendidikan, karena SDM yang unggul itu, tidak cukup hanya pinter tapi juga harus bener, yang penting lagi memiliki daya saing," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved