Inilah Tanggapan Ketua IDI Cabang Mojokerto Terkait Tambahan Pidana Kebiri Kimia

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Mojokerto, dr Rasyid Salim, mengaku, belum mengetahui secara spesifik, pelaksanaan hukuman kebiri kimia

Inilah Tanggapan Ketua IDI Cabang Mojokerto Terkait Tambahan Pidana Kebiri Kimia
SURYA.CO.ID/FEBRIANTO RAMADANI
Terdakwa kasus kekerasan seksual anak di Mojokerto ketika ditemui rekan media di lembaga pemasyarakatan II B kota Mojokerto, Senin (26/8/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Mojokerto, dr Rasyid Salim, mengaku, belum mengetahui secara spesifik, pelaksanaan hukuman kebiri kimia yang ditujukan kepada terpidana kekerasan seksual anak, Muh Aris (20).

"Pertama kami harus melihat petunjuk pelaksanaan kebiri kimia terlebih dahulu, prosedurnya, pilihan obat yang akan digunakan serta undang undangnya bagaimana," ujarnya ketika ditemui di Rumah Sakit Islam Sakinah, Selasa siang (27/8/2019).

Terkait penunjukkan dokter sebagai eksekutor kebiri kimia, Rasyid Salim meminta kejelasan terlebih dahulu dari pihak pihak terkait.

"Peran dokter sebagai eksekutor dalam kasus kebiri kimia harus jelas. Apakah perannya sebagai pemberian obat atau hanya memberikan injeksi ke tubuh terpidana," ungkapnya.

Masih kata dr Rasyid Salim, IDI wilayah Jawa Timur, khususnya cabang Mojokerto, menyatakan, tidak setuju dengan penunjukkan dokter sebagai eksekutor kasus tersebut. Menurutnya, peran dokter sebagai eksekutor bisa melanggar kode etik profesi kedokteran.

Predator 9 Anak di Mojokerto Tolak Vonis Kebiri Kimia, Terdakwa: Lebih Baik Dihukum Mati Saja

Jaksa Sebut Pelaku Predator 9 Anak di Mojokerto Bisa Anulir Kebiri Kimia, Lewat Peninjauan Kembali

Tri Susanti Disebut Tak Terbebani Diperiksa 11 Jam di Polda Jatim, Kuasa Hukum: Merasa Tak Salah

"Jadi tidak ada satupun kompetensi kedokteran untuk melakukan pengebirian," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

"IDI tidak menolak, tetapi untuk sebagai eksekutor, kami tidak ahli dalam hal tersebut," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Bahkan, lanjut dr Rasyid, IDI mengikuti peraturan UU, apabila dokter ditunjuk sebagai eksekutor kebiri kimia.

"Tapi ada beberapa pertimbangannya, seperti kemampuan dokter yang ahli dalam kasus kebiri kimia, pemantauan untuk efek samping dan pemberian suntik kepada terpidana," lanjutnya.

Hingga saat ini, IDI cabang Mojokerto belum menerima surat edaran yang komprehensif terkait petunjuk pelaksanaan hukuman kebiri.

"Belum ada, Mungkin komunikasi bukan pada IDI cabang, tapi kepada IDI pusat," ucapnya. (Febrianto/Tribunjatim.com)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved