Breaking News:

Bos Taksi Malaysia Sebut Pemuda Indonesia Miskin, Ojol Jatim Tuntut Permintaan Maaf

Bos Taksi Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail Sempat menjadi pembicaraan publik Indonesia lantaran tolak Gojek di Malaysia dengan alasan merendahkan

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Youtube.com
VIRAL Video bos taksi Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail sebut Indonesia negara miskin dan tolak kedatangan Gojek di Negeri Jiran - Youtube/KiniTV 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bos Taksi Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail Sempat menjadi pembicaraan publik Indonesia lantaran mengucapkan kalimat yang dinilai merendahkan pekerja ojek online.

Para driver online di Jatim pun mendesak sang Pemilik Taksi Blue Big ini meminta maaf secara terbuka.

Dia diberi waktu sampai 30 Agustus untuk membagian ucapan minta maafnya di dunia maya.

Desakan itu disampaikan Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur.

(Kinerja Baik Bawa Gojek Masuk Daftar Perusahaan yang Berhasil Mengubah Dunia Versi Majalah Fortune)

"Kami sangat tersinggung dengan pernyataan tersebut yang merendahkan harga diri serta profesi rekan-rekan ojol (ojek online) yang ada di Indonesia," ujar Humas PDOI Jatim, Daniel Lukas Rorong, Rabu (28/8/2019).

Wadah para driver online ini menyayangkan pernyataan Datuk Shamsubahrin Ismail yang menolak kehadiran ojek daring (Gojek) di Negeri Jiran Malaysia.

Datuk Shamsubahrin Ismail menyebut bahwa pekerjaan ojek online itu tidak cocok karena pemuda Malaysia tidak miskin seperti di Indonesia.

Menurut Daniel tidak sepatutnya bos taksi Malaysia itu mengeluarkan statement demikian.

"Tidak ada hubungannya antara kemiskinan dengan profesi rekan-rekan ojol," kata Daniel.

Selama ini, Ojek Online dinilai telah menjadi profesi mulia karena ada beragam profesi yang malah nyambi menjadi ojol.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved