Breaking News:

Hanya ini Kompensasi Penutupan Jalan Yos Sudarso Surabaya untuk Tempat Usaha Terdampak

Enam bulan mulai 1 September 2019 hingga Maret 2020 Jalan Yos Sudarso, kota Surabaya ditutup total.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
JALAN DITUTUP SEPARUH - Kepadatan kendaraan terlihat di Jl Gubernur Suryo karena Jl Yos Sudarso ditutup separuh (sisi barat) untuk kelanjutan proyek alun-alun Surabaya, Senin (1/7). Pengerjaan basement yang tepat di bawah Jalan Yos Sudarso itu akan dimulai dengan pelaksanaan pile integrity test (PIT) hingga Kamis (4/7/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Enam bulan mulai 1 September 2019 hingga Maret 2020 Jalan Yos Sudarso, Kota  Surabaya ditutup total.

Tentu dampaknya tidak hanya bikin kelabakan pengguna jalan jika tidak tahu. Tapi dampaknya lebih luas pada sentra kegiatan ekonomi dan sentra bisnis yang ada di jalan utama itu.

Kabid Gedung dan Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Surabaya, Iman Kristian menyebutkan ada banyak pihak atau stakeholder yang trekena dampak pembangunan basement untuk alun alun Surabaya bawah tanah itu.

"Ada sekitar 48 stakeholder yang terkena dampak langsung pembangunan basement alun-alun Surabaya. Selain semua jaringan telepon, PLN, PGN, dan instalasi bawah tanah lainnya juga pusat bisnis kena dampaknya," tutur Iman, Rabu (28/8/2019).

Sejumlah pusat bisnis dan tempat usaha yang bakal terkena dampak pembangunan alun alun bawah tanah itu adalah Hotel Gerden Palace, Klinik Pusura, tempat praktik dokter perorangan, Graha Es Krim Zangrandi, Bank Mega, dan distributor PT Rukun Jaya Mandiri. Semuanya terkena dampak akses ke tempat usaha mereka.

Sebut Petani Tembakau Masih Rugi Meski Harga Sudah BEP, Formaasi Ajak Disperindag ke Gudang

Jelang Dioperasionalkanya Rel Ganda, PT KAI Daop 7 Madiun Aktif Menutup Perlintasan Ilegal

Kualifikasi Piala Dunia 2022, Jelang Lawan Indonesia, Pemain Malaysia Dibatasi Bicara ke Media

Namun Iman menegaskan bahwa mereka tetap mendapat akses hingga ke lokasi tempat bisnis dan usahanya. Termasuk untuk costumer dan calon pembeli mereka. Semua bisa terakses ke lokasi namun harus memutar sesuai pengalihan arus.

"Pelaku bisnis itu tak tertahan dan tetap bisa menuju tempat bisnis mereka. Namun memang harus memutar. Itupun tidak jauh karena bisa lewat Delta Plaza dan taman Boulevar," kata Iman kepada Tribunjatim.com.

Pihak DKPCKTR ini menjelaskan bahwa semua pihak ketiga yang terkena dampak proyek basement alun alun Surabaya bawah tanah itu sudah dilibatkan dalam sosialisasi rencana pembangunan alun alun. Para pelaku bisnis di sekitar Jl Yos Sudarso itu disebut bisa memahami.

Bahkan mereka, para pelaku bisnis itu tak mendapatkan kompensasi dana akibat penutupan jalan hingga setengah tahun itu. Para pelaku usaha ini hanya berhak atas papan penunjuk arah agar pelanggan atau calon customer bisa sampai di lokasi mereka meski jalan ditutup total.

Sayang sejumlah pemilik bisnis dan usaha di Jalan Yos Sudarso belum bisa dikonfirmasi. Namun Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalin Dishub Kota Surabaya Beta Ramadhani menuturkan bahwa akan ada papan petunjuk jalan yang memudahkan pengguna jalan menjangkau sejumlah pusat bisnis dan usaha tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved