Puluhan Mahasiswa Papua di Jember Menggelar Aksi Menolak Rasisme Terhadap Rakyat Papua

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Papua (FERMAPPA) Kota Studi Jember menggelar aksi di Kabupaten Jember, Rabu (2

Puluhan Mahasiswa Papua di Jember Menggelar Aksi  Menolak Rasisme Terhadap Rakyat Papua
sri wahyunik/surya
Mahasiswa bentang poster saat di di jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Papua (FERMAPPA) Kota Studi Jember menggelar aksi di Kabupaten Jember, Rabu (28/9/2019) sore.

Aksi puluhan orang ini dimulai dari depan double way Universitas Jember. Mereka melakukan long-march dan memusatkan aksinya di Bundaran DPRD Jember.

Aksi tersebut merupakan reaksi atas sejumlah peristiwa yang terjadi pada mahasiswa Papua di Kota Surabaya, dan Kota Malang. Melalui aksi itu, mereka juga menolak segala bentuk rasisme terhadap rakyat Papua.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa dan pelajar Papua menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain menolak kunjungan Pemerintah Jawa Timur beserta aparat TNI, Polri, dan Satpol PP ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Mereka juga meminta Pemerintah Indonesia menghentikan agenda pencitraan di seluruh wilayah Indonesia yang bertujuan menjebak Pelajar dan Mahasiswa Papua dalam menciptakan berita-berita hoax.

Jasad Siswa Korban Tenggelam di Driyorej Gresik Ditemukan, Keluarga Tolak Otopsi

Madura United Ditahan Imbag Semen Padang 1-1, Rasiman Akui Karena Lengah Lini Pertahanan

BREAKING NEWS - Tri Susanti Jadi Tersangka, Kuasa Hukum; Belum Terima Surat Penahanan

"Menolak sikap Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) yang selama ini melegitimasi diri sebagai representasi Pelajar dan Mahasiswa Papua di Surabaya dan Jawa Timur. Kami juga menolak semua bantuan yang berbau politis yang diberikan oleh siapa pun dan dari mana pun. Menolak kunjungan Gubernur Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat ke Jawa Timur. Kami juga mengecam keras tindakkan represif dan pengepungan yang dilakukan pihak kepolisian, TNI, dan Ormas terhadap Mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya," tegas Korlap aksi, Hamjek Kogoya.

Mereka juga menuntut penghentian segala bentuk rasisme kepada rakyat Papua.

"Kami mahasiswa Papua yang ada di Jawa dan Bali ini kerap mengalami tindakan diskriminatif dan rasisme. Itu sangat menyakitkan. Kami juga prihatin dengan segala bentuk intimidasi kepada teman-teman kami yang terjadi di kota lain," tegasnya.

Mereka membawa sejumlah poster antara lain bertuliskan 'Saya manusia bukan monyet. Ingat manusia diciptakan Tuhan, bukan dari binatang. Kalo kamu manusia, simak kata-kata itu baik-baik', juga 'Stop Rasisme terhadap Mahasiswa Papua'.

Menurut Kogoya dan para mahasiswa itu, solusi untuk sejumlah persoalan itu adalah kemerdekaan bagi rakyat Papua.

"Solusinya itu, syaratnya ada referendum dan kami bisa pulang," ujarnya.

Selama aksi itu, beberapa kali terlontar teriakan 'Papua Merdeka'.

Aksi puluhan mahasiswa itu mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian, baik yang memakai seragam tertutup dan terbuka. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved