Surabaya Rumah Kita Bersama: Perwakilan 5 Etnis Beberkan Rasanya Hidup di Surabaya

Beragam etnis hidup berdampingan dengan harmoni. Keragaman itulah yang membentuk karakter Surabaya sebagai kota yang toleran.

Surabaya Rumah Kita Bersama: Perwakilan 5 Etnis Beberkan Rasanya Hidup di Surabaya
Istimewa
Walikota Surabaya Tri Rismaharini menari bersama masyarakat Papua saat Parade Surabaya Vaganza dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selain menyandang predikat sebagai Kota Pahlawan yang sarat nuansa historis, Surabaya juga dikenal sebagai kota multi-kultural.

Beragam etnis hidup berdampingan dengan harmoni. Keragaman itulah yang membentuk karakter Surabaya sebagai kota yang toleran.

Menjadikan Surabaya rumah bersama. Rumah untuk semua.

Sejak era kerajaan, masa kolonial hingga pasca kemerdekaan, Surabaya selalu memegang peranan sebagai kota pelabuhan.

(Gubernur Lukas Pastikan Tak Ada Gerakan Papua Merdeka di Asrama Kalasan Surabaya)

Tak heran banyak pendatang dari daerah atau negara lain yang singgah, bahkan menetap di Surabaya.

Dengan kata lain, sejak zaman dahulu hingga sekarang, warga Surabaya memang sudah terbiasa dengan keberagaman penduduk.

Di kota ini, segala macam etnis, suku atau ras bisa dijumpai.

Mulai dari suku Jawa, Batak, Karo, Papua, Madura, Dayak, Bugis, dan seterusnya. Juga ada komunitas masyarakat Tionghoa, Arab, India,  hingga Korea.

Setiap tahunnya, mereka selalu diberikan ruang untuk ikut menyemarakan agenda Parade Surabaya Vaganza dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya.

Sebab, Pemkot Surabaya menyadari bahwa keberagaman merupakan fondasi yang kuat bagi kota ini untuk terus bergerak maju.

Halaman
1234
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved