Warga Mojokerto Keluhkan Aktivitas Belajar Mengendarai Mobil di Lapangan Kota Mojokerto

Dua kendaraan mobil sedan warna putih dan mobil family warna merah tampak beraktivitas di lapangan Raden Wijaya Surodinawan, Kota Mojokerto, Rabu

Warga Mojokerto Keluhkan Aktivitas Belajar Mengendarai Mobil di Lapangan Kota Mojokerto
Febrianto/Tribunjatim
Dua mobil sedang melakukan sejumlah aktivitas terlarang di lapangan Surodinawan Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dua kendaraan mobil sedan warna putih dan mobil family warna merah tampak beraktivitas di lapangan Raden Wijaya Surodinawan, Kota Mojokerto, Rabu siang (28/8/2019).

Mobil sedan tersebut mengelilingi lapangan beberapa putaran. Seperti sedang belajar mengemudi. Sedangkan mobil satunya, parkir dibawah pohon yang rindang, tanpa menunjukkan aktivitas apapun.

Derry, (28) penjual cilok yang nangkring di pinggir jalan Surodinawan, mengatakan, aktivitas belajar mengemudi dilakukan setiap hari oleh pengguna jalan tersebut.

Menurutnya, pengguna jalan memilih lapangan tersebut sebagai belajar mengemudi lantaran takut, belajar menyetir mobil di jalan raya Surodinawan.

"Pagi, Siang sama Sore. Ada juga yang sampai Malam. Tapi, kebanyakan sore menjelang maghrib aktivitas belajar mengemudi yang sering dilakukan di lapangan Surodinawan," jelasnya kepada Tribunjatim.com, Rabu (28/8/2019).

Remaja yang mengontrak rumah di daerah Swalayan Bentar mengeluhkan adanya aktivitas belajar mengemudi tersebut terutama dampak debu yang berterbangan.

BREAKING NEWS - Alfamart di Taman Sidoarjo Dibobol Pencuri, Pelaku Bawa Kabur Uang Rp 28 Juta

Lama Jadi Target Operasi, Pengedar Sabu di Jombang Akhirnya Ditangkap, Belasan Klip Sabu Pun Disita

Begini Ungkapan Amido Balde Saat Pamitan dengan Pemain dan Official Persebaya Surabaya

"Kalau ada yang belajar mengemudi disini selalu muncul hembusan angin yang membawa debu, daun kering dan pasir. Akibatnya, debu, pasir dan daun kering mengotori tanaman Surodinawan," keluhnya kepada Tribunjatim.com.

Derry berharap, pemerintah menyediakan fasilitas tersendiri bagi masyarakat yang melakukan aktivitas belajar mengemudi.

Bambang, (24) tukang gojek asal Dlanggu, kabupaten Mojokerto, mengaku sering duduk di taman Surodinawan, untuk melepas penat setelah mengantar penumpang dari kabupaten dan kota Mojokerto

"Kalau menurut saya mengganggu dengan aktivitas belajar mengemudi. Soalnya di sebelah ada taman untuk nongkrong," katanya Rabu (28/8/2019).

Bambang berharap, ada tindakan berupa penertiban terhadap pengguna jalan yang melakukan aktivitas belajar mengemudi oleh pemerintah.(Febrianto/Tribunjatim.com)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved