Pencarian Jasad Siswa di Gresik yang Tenggelam di Sungai Kalimas Mengerahkan Banyak Penyelam

Tim gabungan pencari jasad Muhammad Difa Dwi Sasongko (17), warga Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo harus ektra keras untuk menyelam.

Pencarian Jasad Siswa di Gresik yang Tenggelam di Sungai Kalimas Mengerahkan Banyak Penyelam
SURYA.CO.ID/SUGIYONO
Tim gabungan mencari jasad korban yang tenggelam di Kalimas Driyorejo, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Tim gabungan pencari jasad Muhammad Difa Dwi Sasongko (17), warga Desa Krikilan Kecamatan Driyorejo harus ektra keras untuk menyelam.

Sebab, arus dasar sungai yang deras dan lumpur tebal di dasar laut. Akibatnya, butuh waktu hampir 24 jam lebih untuk menemukan jasat korban.

Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Dianne Hetty Widajatie mengatakan, saat mencari jasad korban yang tenggelam di sungai, tim gabungan menyisir sungai  menggunakan perahu karet dan melalui tepi sungai sejauh 7 kilometer.

Sedang Asik Judi Dadu, 7 Penjudi di Driyorejo Gresik Ini Disergap Polisi

Selama pencarian tersebut, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Satpol air Polres Gresik, Tim penyelam Angkatan laut dan masyarakat yang sudah mempunyai kemampuan menyelam ikut secara bergantian menyelam di sekitar lokasi kejadian korban tenggelam.

“Karena dasar sungai yang arusnya kuat dan banyak lumpur sehingga tidak menemukan. Baru sekitar pukul 19.30 WIB ditemukan,” kata Dianne, yang juga Kabid rehabilitasi dan rekontruksi BPBD Kabupaten Gresik, Kamis (29/8/2019).

Melihat kondisi jasad hanya mengenakan celana jins pendek tanpa busana. Sehingga, dipastikan korban bisa berenang.

Sebab, korban berenang dari sebelah selatan menuju tengah sungai untuk menangkap ikan yang limbung akibat obat ikan.

“Untuk menangkap ikan, korban berenang menuju tengah. Sehingga dipastikan korban bisa berenang. Kemungkinan saat arus dasar sungai kuat, sehingga korban tenggelam,” imbuhnya.

Jasad Siswa Korban Tenggelam di Driyorej Gresik Ditemukan, Keluarga Tolak Otopsi

Selain itu, tim gabungan juga membuat ombak menggunakan perahu karet, agar jasad korban yang tenggelam bisa segera terapung.

Namun, selama 24 jam lebih jasat korban bisa diketemukan. “Akhirnya jasat korban ditemukan tim penyelam dari angkatan laut,” katanya.

Diketahui, korban yang masih duduk dibangku SMK kelas III, sedang mencari ikan bersama temannya secara menbar obat ikan ke sungai pada Selasa (27/8/2019).

Saat itu, korban melihat ikan di tengah sungai yang sedang limbung akibat obat ikan. Ketika akan menangkapnya ternyata korban terbawa arus dan meninggal dunia.

Akibat musibah ini pihak keluarga tidak mau jasat putranya diotobsi. “Korban langsung dimakamkan di TPU Dusun Krikilan, Desa Krikilan. Keluarga korban menolak jenazah putranya diotopsi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Gresik Tarso.

(ugy/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved