Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak Mojokerto, Kejati Jatim: Eksekusi Setelah Hukuman Pokok Selesai

Vonis kebiri yang menuai kontra ditanggapi Kejati Jatim. Mereka mengaku sudah menerima keberatan dari IDI dan masih menunggu SOP.

Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak Mojokerto, Kejati Jatim: Eksekusi Setelah Hukuman Pokok Selesai
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Kejati Jatim, Sunarta menanggapi soal vonis kebiri kimia yang menimpa Muh Aris, predator 9 anak di Mojokerto, Jumat (30/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Sunarta menanggapi vonis kebiri kimia yang diterima oleh terpidana Muhammad Aris.

Menurutnya eksekusi kebiri dilakukan setelah hukuman pokoknya selesai. 

"Jadi dia (terpidana) ini kan menerima vonis tambahan dari kabupaten (Mojokerto) 12 tahun dan di kotanya delapan tahun jadi 20 tahun. Sementara pelaksanaan kebiri dilaksanakan setelah hukuman pokoknya selesai. Sudah mau habis (masa tahanannya) baru dieksekusi," ujarnya saat ditemui di Gedung Kejati Jatim, Jumat, (30/8/2019). 

Bahtsul Masail PWNU Jatim Tak Setuju Kebiri Kimia: Lebih Baik Dihukum Mati

Saat ditanya terkait negara wajib memulihkan terpidana setelah menjalani hukuman kebiri, Sunarta menjelaskan dirinya belum tahu lantaran masih perlu meneliti Memori Fantulitingnya.

Serta, riwayat keluarnya pasal yang dijatuhkan. 

"Mengapa? pertimbangannya pasti secara medis sudah diperhitungkan. Secara medis katanya kalau disuntik itu akan lemah badannya, memang libidonya dihilangkan testosteronnya. Apakah itu sudah dihitung," jelasnya. 

Jaksa Tunggu Juknis Eksekusi Kebiri Predator 9 Anak Mojokerto, Tegaskan Eksekutor Tak Harus Dokter

Namun dia memastikan pemerintah pasti telah mempersiapkan semuanya.

Adanya keberatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), terkait hal tersebut, Sunarta mengaku masih menunggu SOP terlebih dahulu. 

"Mengenai keberatan ya kita menunggu SOP bila SOP-nya harus dokter ya harus dokter karena yang namanya hukuman itu kan melanggar HAM. Tapi melanggar HAM yang membolehkan, karena undang-undang-nya membolehkan," bebernya. 

Jaksa Bakal Eksekusi Predator 9 Anak Mojokerto di Masa Akhir Tahanan, Dikebiri 4 Kali Dalam 2 Tahun

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved