Belum Berniat Ajukan Pra-Peradilan, Mak Susi Tegaskan Tidak Melakukan Diskriminasi di Asrama Papua

Tri Susanti alias Susi korlap ormas yang mengepung Asrama Mahasiswa Papua telah ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (29/8/2019) kemarin.

Belum Berniat Ajukan Pra-Peradilan, Mak Susi Tegaskan Tidak Melakukan Diskriminasi di Asrama Papua
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Tri Susanti dan kuasa hukumnya, Sahid di Mapolda Jatim, Senin (2/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tri Susanti alias Mak Susi korlap ormas yang mengepung Asrama Mahasiswa Papua telah ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (29/8/2019) kemarin.

Senin (2/9/2019) siang, Susi datang ditemani kuasa hukumnya ke Gedung Siber Ditreskrimsus Mapolda Jatim.

Perempuan berkacamata itu belum kepikiran untuk nantinya mengajukan pra-peradilan, bilamana berkas status tersangkanya telah dilengkapi penyidik.

"Belum tahu nanti diskusi dulu kami," katanya ditemui awakmedia di Halaman Gedung Siber Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Senin (2/9/2019).

Jadi Tersangka dengan Alat Bukti Postingan Provokatif, Kuasa Hukum Susi : Itu Cuma Pakai Biasa Saja

Kendati pekan lalu dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka, Susi mengaku, dirinya tak mengerti bila disangkutpautkan dengan pasal tentang diskriminasi.

"Kurang tahu saya untuk pasal apa tentang apa saya kurang tahu," ujarnya.

Namun, Susi menegaskan, dirinya pada Jumat (16/9/2019) tempo lalu, tidak melakukan diskriminiasi.

"Tidak," tukasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Tri Susanti, Sahid menuturkan, pihaknya belum menyiapkan pembelaan apapun atas penetapan status tersangka pada kliennya.

Operasi Semeru 2019 di Tol Surabaya-Mojokerto Pakai Speed Gun, PJR Polda Jatim Tindak 61 Pelanggar

Untuk saat ini, pihaknya tetap akan kooperatif dengan proses hukum yang sedang berlangsung di Polda Jatim.

"Ya nanti kalau ada di pengadilan sementara kami mungkin dari pihak penyidik untuk meminta penambahan BAP untuk melengkapi," jelasnya.

Sahid juga menegaskan, sesuai dengan berkas pemeriksaan Senin (26/8/2019) kemarin, kliennya disangka Pasal 28 Ayat 2.

"Bu Susi ini hanya disangka pasal 28 ayat 2 masalah ini aja, jadi masalah rasis tidak ada," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved