Kupas Teologi Al Ashr, Pengasuh Ponpes Al-Mizan Sabet Juara 1 Lomba Artikel di Festival Muharram

Pagelaran Lamongan Festival Muharram 1441 H, menyisakan kenangan tersendiri buat Irvan Shaifullah. Kenapa? simak ceritanya!

Kupas Teologi Al Ashr, Pengasuh Ponpes Al-Mizan Sabet Juara 1 Lomba Artikel di Festival Muharram
SURYA/HANIF MANSHURI
Irvan Shaifullah penulis artikel Teologi Al Ashr dan Millenial Movement saat menerima piala sebat juara 1 Pagelaran Lamongan Festival Muharram 1441 H, Sabtu (31/8/2019) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pagelaran Lamongan Festival Muharram 1441 H, menyisakan kenangan tersendiri buat Irvan Shaifullah, pengajar di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan

Artikelnya yang mengulas tentang Teologi Al Ashr dan Millenial Movement dalam menguatkan akhlaq di era Revolusi Industri 4.0 dinobatkan sebagai juara 1 yang diselenggarakan oleh Pemda Lamongan tersebut.

Irvan Shaifullah, yang juga Wakil Ketua PDPM Lamongan Bidang Perkaderan dan Pendidikan itu mengungkapkan, teologi yang menjadi ciri khas Muhammadiyah dalam memasuki abad kedua, Al Ashr sangatlah relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Ekspresi Hotman Paris Bayari Ongkos Wanita Tua di Kopi Johny, Nolak Saat Barang di Tubuhnya Diminta

"Teologi Al Ashr ini berisikan tentang masyarakat Islam modern yang menjawab berbagai tantangan zaman dengan tauhid yang kokoh, ilmu pengetahuan yang mumpuni, kerja keras dan menjunjung tinggi moralitas," ungkapnya saat ditemui Surya.co.id (grup TribunJatim.com), Minggu (1/9/2019).

"Surat Al Ashr memang sangat padat, tapi kandungan maknanya luar biasa," ungkapnya

Ia mengajak semuanya untuk mencapai tauhid yang kokoh dan peradaban tinggi dengan ilmu, yang pada pokoknya dapat mencapai masyarakat utama.

Mengapa sosial Movement, Irvan Shaifullah menyampaikan, gerakan anak millenial berbeda dengan zaman zaman sebelumnya.

Mahasiswa Baru Unisla Diberi Materi Berbeda BPBD Lamongan, Lestari Lingkungan Kurangi Risiko Bencana

"Kita sedang memasuki bonus demografi dalam kurun waktu 2020-2030, lonjakan luar biasa, jika itu tidak dikelola dengan baik maka akan muncul permasalahan baru yang rumit," ungkapnya.

Maka diperlukan Millenial Movement, gerakan gerakan millenial yang berbasis kelompok atau komunitas yang menyatukan banyak ide, dan integasi antar lini pengetahuan.

"Apalagi anak millenial sangat tidak suka mendapatkan informasi dari satu pintu, tidak ada kekuasaan arus informasi dari salah satu pihak saja," kata ustad yang juga seorang tenaga medis ini.

Jadi, agaknya millenial Movement berupa komunitas komunitas ide sangat diperlukan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini. (Surya/Hanif Manshuri)

Kode Syahrini Soal Kehamilan, Tak Henti Ungkap Perubahan Tubuh, Lihat Gayanya Tutupi Perut Buncit

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved