Terlibat Kecelakaan, Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia di Jalan Raya Cerme, Polisi Buru Penabrak

Pasangan suami istri meninggal dunia di Jalan Raya Cerme, Desa Tambak beras, Kecamatan Cerme

Terlibat Kecelakaan, Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia di Jalan Raya Cerme, Polisi Buru Penabrak
ISTIMEWA
Anggota Satlantas Polres melakukan olah kejadian kecelakaan di Jl Raya Cerme, Senin (2/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Pasangan suami istri meninggal dunia di Jalan Raya Cerme, Desa Tambak beras, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik saat ditabrak pengendara kendaraan. Sementara kendaraan yang menabrak langsung kabur melarikan diri.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi saat pengendara kendaraan Suzuki Spin Nopol  W 4322 BR yaitu Kardimin (54), dengan membonceng istrinya yaitu Suyatni (53), warga Perumahan Alam Singgasana, Desa Betiting Kecamatan Cerme melaju dari `Utara ke Selatan.

Sesampainya di Jalan Raya Cerme depan garasi truk Yani Putra, kendaraan korban bersenggolan dengan kendaraan yang nopol kendaraan tidak diketahui.

KM Santika Nusantara Tiba di Gresik Pasca Terbakar dan 10 Hari Terombang-ambing di Laut

Akibat senggolan tersebut, pengendara motor yaitu Kardimin dan Suyatmi terjatuh dari atas motor, kemudian membentur aspal jalan sehingga meninggal dunia di tempat kejadian.

“Korban mengalami luka pada kepala bagian depan akibat bentur jalan aspal. Sehingga langsung meninggal dunia di tempat,” kata Kanit Lantas Ipda Yosi Eka Prasetya.

Akibat kecelakaan tabrak lari tersebut, anggota Satlantas Polres Gresik masih belum menemukan identitas pelaku, sebab kesulitan saksi mata. “Kita akan periksa kamera CCTV yang ada di jalan-jalan,” katanya.

Diduga Ada Potongan Dana Jasmas, LSM Gresik Unjuk Rasa di Gedung DPRD Mendesak Anggaran Itu Dihapus

Sementara, masyarakat yang melihat kejadian tersebut tidak berani menolong dan tidak bisa mengejar pengendara kendaraan yang langsung melaju kencang. Sebab saat kejadian masih sepi, sekitar pukul 5.45 WIB. 

“Warga tidak bisa mengejar pengendara kendaraan itu. Semoga dengan kerendahan hati langsung menyerahkan diri agar tidak ada hukuman di neraka. Sebab ini bulan suro,” kata Sumarno, warga Desa Tambak Beras yang mendengar kabar kecelakaan tersebut.

(ugy/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved