Dampak Musim Kemarau Panjang, Kekeringan Landa Delapan Kecamatan di Kabupaten Tuban

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, tercatat 20 Desa di delapan Kecamatan dilanda kekeringan.

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kekeringan Landa Delapan Kecamatan di Kabupaten Tuban
ISTIMEWA
BPBD Kabupaten Tuban saat mendroping air bersih ke sejumlah wilayah terdampak 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Sejumlah daerah di Kabupaten Tuban dilanda kekeringan.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, tercatat 20 Desa di delapan Kecamatan dilanda kekeringan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tuban, Gaguk Hariyanto mengatakan, pada musim kemarau gelombang tiga ini ada 20 Desa yang mengalami kekeringan.

Di antaranya Desa Genaharjo dan Desa Jadi, Kecamatan Semanding.

Lalu ada Desa Grabagan, Ngandong, Waleran, dan Gesikan, Kecamatan Grabagan.

Selama Musim Kemarau, BPBD Gresik Telah Salurkan Ratusan Truk Tangi Air Bersih

Kemudian Desa Dagangan, Pacing, Sembung, dan Sidokumpul, Kecamatan Parengan.

Berikutnya Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel. Desa Gaji, Kecamatan Kerek.

Ada Desa Jatisari, Sendang, Medalem, dan Sidoharjo, Kecamatan Senori. Ada lagi Desa Nguluhan dan Tanggulangin, Kecamatan Montong. Terakhir Desa Jombok dan Desa Bader, Kecamatan Jatirogo.

"Yang dilanda kekeringan yaitu 20 Desa di Delapan Kecamatan, yang baru-baru ini ada Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Sidokumpul, Kecamatan Parengan, dan dua desa di Kecamatan Jatirogo," ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).

Dia melanjutkan, untuk mengatasi kekeringan tersebut BPBD terus melakukan dropping bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga.

Kalah Dari PSBS Biak, Manager Persatu Tuban Soroti Barisan Pemain yang Dibeli Hampir Rp 400 Juta

Setidaknya dua unit armada tangki air bersih telah dikerahkan setiap harinya di wilayah terdampak kekeringan, dari tiga unit armada yang dimiliki BPBD.

Dengan bertambahnya jumlah desa yang mengalami kekeringan tersebut, maka pihak BPBD berencana memaksimalkan seluruh armada yang dimiliki untuk dropping air.

"Bertambahnya wilayah terdampak kekeringan membuat kita harus memaksimalkan armada yang kita miliki, jika masih kurang ya akan kita upayakan untuk sewa armada," pungkasnya.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved