Kementan Berupaya Agar Komoditas Hortikultura Punya Daya Saing di Pasar Internasional

Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura terus berupaya meningkatkan daya saing komoditas hortikultura di pasar Inter

Kementan Berupaya Agar Komoditas Hortikultura Punya Daya Saing di Pasar Internasional
ISTIMEWA
(topi merah) Ketua Gapoktan Mangun Karso saat berbincang dengan (batik cokelat mudah) Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Minggu (4/8/2019) Blitar. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura terus berupaya meningkatkan daya saing komoditas hortikultura di pasar Internasional.

Yasid Taufik selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura mengatakan,
Berbagai kebijakan seperti peningkatan produksi dan penerapan Good Agriculture Practices, mutu pasca panen dan pengolahan hasil serta promosi terus diperhatikan.

"Berbagai kebijakan dalam rangka meningkatakan daya saing produk ekspor terus kita lakukan serta perhatikan, bahkan diseminasi yang sesuai dengan Permentan Nomor 19 tahun 2019 juga ikut kami perhatikan," katanya, Selasa (3/9/2019).

Kebijakan-kebijakan tersebut, lebih lanjut Yasid menjelaskan terus diperhatikan agar komoditas hortikultura memiliki daya saing di pasar Internasional.

Ngerinya Pelatihan Prajurit Kopassus, Pantas Jadi Pasukan Elit, Tahap Akhir Dijuluki Minggu Neraka

Aksi Anggota Kodim Tulungagung Selamatkan Lumba-lumba Mendapat Pujian

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Sopir Dump Truk Sempat Telepon Temannya, Rem Saya Blong

Tidak hanya itu saja, pihaknya juga akan melakukan peningkatan buyer dan perluasan pasar dalam rangka meningkatkan daya saing komoditas hortikultura di pasar Internasional.

"Upaya meningkatkan jumlah buyer dan memperluas pasar dilaksanakan dengan cara menyediakan stan pameran untuk diisi para eksportir hortikultura dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan berlangsung pada 16-20 Oktober 2019 di Indonesia nanti," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Diharapkannya, para eksportir hortikultura dapat memanfaatkan promosi terpadu pada TEI 2019 yaitu meliputi: hortikultura, perkebunan dan perikanan.

"Bahkan, selain mengisi stand pameran, para eksportir juga berkesempatan mengikuti pertemuan business to business (B2B) dengan para buyer manca negara yang datang ke pameran TEI itu," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved