Ratusan Orang Lapor Investasi Bodong di Polres Mojokerto Kota, Korban Setor 100 Juta Demi Bagi Hasil

Ratusan Orang Lapor Investasi Bodong di Polres Mojokerto Kota, Korban Setor 100 Juta Demi Bagi Hasil.

Ratusan Orang Lapor Investasi Bodong di Polres Mojokerto Kota, Korban Setor 100 Juta Demi Bagi Hasil
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Sebanyak 100 korban investasi bodong mendatangi SKPT Polresta Mojokerto untuk melapor permasalahan penipuan Selasa (3/9/2019) 

Ratusan Orang Lapor Investasi Bodong di Polres Mojokerto Kota, Korban Setor 100 Juta Demi Bagi Hasil

TRIBUNMOJOKERTO.COM, MOJOKERTO - Ratusan warga di Mojokerto mendatangi Polres Mojokerto Kota Selasa siang (3/9/2019).

Mereka melaporkan penipuan investasi bodong dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Sekitar 100 orang tersebut mendatangi Polres Mojokerto Kota pada pukul 14.00 Wib dengan mengendarai sepeda motor.

Nyawa Sopir Honda Brio Ini Selamat, Saat Hantam Truk Tangki di Tol Surabaya-Mojokerto Hingga Ringsek

Pengacara Korban Kekerasan Seksual Anak di Mojokerto Lakukan Pendampingan Secara Psikologis

Tak Lolos Seleksi, Sejumlah Bacades Centong Mojokerto Protes Panitia Penyelenggara Pilkades

Masyarakat kemudian memasuki ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mojokerto Kota dengan ditemani kuasa hukum Tutik Rahayu Laremba.

Salah satu korban investasi bodong, Nurhasim, mengaku kepada TribunJatim.com, telah menyetorkan uang senilai 100 juta rupiah kepada perusahaan investasi, PT RHS Bisham.

"Awalnya lancar. Saya mulai menyetor 100 juta pada tahun 2017. Dengan bunga 5 persen. Jadi per bulan saya dapat Rp 5 juta. Tahun 2018 mulai tersendat dan tidak dapat 5 juta per bulan. Janjinya disuruh bersabar. Kami tunggu tapi tidak ada pengembalian sama sekali," ungkapnya, Selasa (3/9/2019).

Kuasa hukum korban penipuan investasi, Tutik Rahayu Laremba, mengatakan, modus investasi bodong PT RHS Bisham dengan mengiming imingi keuntungan dan bagi hasil yang besar.

"Dengan bujuk rayunya dari saudara Rofiq selaku direktur PT RHS Bisham. Agar masyarakat segera berinvestasi dan mendapatkan keuntungan bagi hasil. Mulai nilai 5 juta sampai 1 miliar," jelasnya Selasa sore (3/9/2019).

Selama melakukan investasi, lanjut Tutik, korban menaruh modal secara berkala. Saat korban berinvestasi pertama kali, korban kemudian mendapatkan nilai 10 persen dan tambahan 5 persen selama satu bulan.

"Rata rata korban mendapatkan keuntungan sebanyak 3 kali. Hasil keuntungan diinvestasikan oleh saudara Rofiq dalam bentuk supplier bahan bangunan. Setelah itu macet mulai satu tahun yang lalu dan tidak ada," imbuhnya.

Selain melaporkan Rofiq, direktur PT RHS, lanjut Tutik, pihaknya juga melaporkan kepala kantor cabang PT RHS, Dwi dan koordinator lapangan, Mardi.

"Modusnya yang bersangkutan pindah tempat untuk membuka cabang baru supaya mendapatkan korban lagi. Kondisi sekarang  kantornya di jalan raya Ijen tutup, karena tidak beroperasi selama bertahun tahun," ujarnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved