Kasus Asrama Papua Surabaya

SA Akui Lontarkan Ucapan Kasar Saat Kerusuhan di Asrama Papua, Kuasa Hukum: 'Bukan Maksud Menghina'

SA, tersangka ujaran kebencian dan kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua mengakui bahwa ia mengucapkan kata kasar

SA Akui Lontarkan Ucapan Kasar Saat Kerusuhan di Asrama Papua, Kuasa Hukum: 'Bukan Maksud Menghina'
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
SA, pelaku ujaran kebencian dan kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua mengakui bahwa ia mengucapkan kata kasar. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kuasa Hukum SA, Ari Hans Simaela mengakui, kliennya mengucapkan suatu ujaran yang cenderung bernada rasial.

"Dalam pemeriksaan SA mengakui bahwa ada ucapan itu keluar," katanya pada awakmedia di Halaman Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Selasa (3/9/2019) dini hari.

Kendati demikian, lanjut Hans, kliennya tidak bermaksud dengan tujuan menghina ras dari kelompok tertentu.

BREAKING NEWS - Susi Resmi Ditahan Polda Jatim, Pasca 5 Hari Status Tersangka dan 2 Kali Pemeriksaan

"Klien kami tidak bermaksud pernyataan yang menghina atau mendiskreditkan suku lain," ujarnya.

"Itu bukan dengan tujuan menghina atau merendahkan atau mendiskriminasikan. Suku atau kelompok atau teman-teman yang ada di asrama," tuturnya.

Menurut Hans, pernyataan yang dilontarkan kliennya itu bersifat spontanitas.

Tersangka SA dan Mbak Susi Sama-sama Diperiksa Kasus Asrama Papua, di Polda Jatim Hingga Malam Hari

Atas motif, spontanitas itu sejatinya SA tidak memiliki maksud untuk mengolok ataupun menghina.

"Itu hanya spontan sebagai orang yang marah tiba-tiba mengumpat dan betul-betul mengumpat bukan untuk menistakan atau bahasa kerennya diskriminasi ras tidak seperti itu," pungkasnya.

Polisi Sebut Ada Tersangka Baru Inisial SA Kasus Asrama Papua Surabaya, Mbak Susi: Saya Tak Kenal

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved