Ajarkan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik, Pemkab Trenggalek Targetkan ini

Pemkab Trenggalek mengajarkan pembuatan pupuk dan pestisida organik kepada para penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam acara Labuh Tani

Ajarkan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik, Pemkab Trenggalek Targetkan ini
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengikuti Labuh Laut di Argopark Trenggalek, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek mengajarkan pembuatan pupuk dan pestisida organik kepada para penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam acara Labuh Tani di Argopark Trenggalek, Rabu (4/9/2019).

Harapannya, para petani di Trenggalek bisa membuat pupuk dan pertisida secara mandiri sehingga lebih menghemat biaya pertanian.
Dalam pelatihan itu, bahan-bahan senilai Rp 50.000 dapat membuat pupuk dan pestisida organik sekitar 100 liter.

Dana yang sama hanya bisa digunakan untuk membeli pupuk dan pestisida organik buatan pabrik satu botol ukuran setengah liter.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, sebanyak 20 persen lahan pertanian di Kabupaten Trenggalek sudah rutin menggunakan pupuk dan pertisida organik. Catatan Surya, lahan pertanian di kabupaten itu mencapai 12,028 hektare (ha).

“Kami targetkan 40 persen lahan di Trenggalek tahun depan menjadi lahan organik,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, usai acara.

Batu Mirip Arca Kepala Kala Ditemukan di Ladang Jagung Blitar, BPCB Trowulan Cek Lokasi Penemuan

BREAKING NEWS - Dianggap Provokatif, Polda Jatim Tetapkan Veronica Koman Jadi Tersangka

VIRAL Aplikasi Kontool di Indonesia, Pihak Perusahaan: Sepertinya Kami Harus Menemukan Nama Baru

Agar bahan pangan organik punya pasar, pemkab akan mengimbau instansi-instansi yang membutuhkan untuk menggunakan hasil panen petani lokal.

“Misalnya RSUD, instansi itu butuh bahan makanan organik untuk makanan sehat bagi pasien. Kalau bisa, nanti diambil dari para petani kami,” ungkapnya Tribunjatim.com.

Menurut Mas Ipin, pertanian organik bukan hal baru bagi para petani. Sudah banyak petani menggunakan pupuk dan pestisida organik sebagai campuran untuk pengolahan lahan mereka. Namun, masih banyak yang menggunakan pupuk dan pertisida organik kemasan.

“Kami menggundang mereka datang untuk mendesiminasikan ilmu untuk membuat sendiri,” ungkapnya Tribunjatim.com.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Agung Sudjatmiko mengatakan, kebanyakan sawah di Trenggalek menggunakan campuran pupuk dan pertisida organik serta kimia.

“Tidak langsung murni organik. Perlu merintis. Misalnya, 1 tahun pertama menggunakan pupuk organik 200 kilogram (kg) per hektare. Tahun kedua, berkuran menjadi 100 kg per ha. Sehingga pada tahun ke empat baru murni organik,” ungkapnya.

Katino, Penyuluh Pertanian Kecamatan Durenan mengatakan, total keseluruhan pupuk organik yang diberikan dari subsidi pemerintah masih terbatas. Alokasinya dalam setahun, yakni 2.608 kg untuk semua lahan di Kabupaten Trenggalek.

“Sisanya dipenuhi petani sendiri,” ungkapnya.

Nah, pelatihan semacam ini dianggap mampu membantu para petani untuk membuat pupuk dan pertisida organik tersendiri.
Selain itu, Labuh Tani juga diisi dengan panen dan tanam padi bersama, serta panen tanaman holtikultura di Argopark Trenggalek. Kegiatan tersebut sebagai bentuk syukur dari hasil panen di tempat itu. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved