Khofifah Indar Parawansa Sebut Angka Stunting di Batu 51 Persen, Dinas Kesehatan Sebut Lain

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa sempat menyebut angka stuntin di Kota Batu mencapai 51 persen mendapat atensi dinas kesehatan Kota Batu

Penulis: Benni Indo | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/BENNI INDO
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menuju ke ruang Rapat koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Hotel Club Bunga Kota Batu, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa sempat menyebut angka stuntin di JKota Batu mencapai 51 persen mendapat atensi dinas kesehatan Kota Batu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari mengatakan bahwa angka stunting di Kota Batu hanya di angka 28.3 persen.

“Data itu sesuai Riskesdas 2018. Sedangkan dari survey pemantauan gizi, pada 2017 jumlah stunting di Kota Batu 35 persen,” ujar Kartika, Rabu (4/9/2019).

Data Riskesdas itu kata Kartika dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, yakni Kementerian Kesehatan pada 2 Desember 2018.

(Angka Stunting Turun, Bupati Fadeli Belum Puas, Ajak Para Dokter Berperan)

“Saya tidak membantah karena saya tidak mendengar langsung (Gubernur Khofifah, Red). Angka Riskesdas itu dilaunching Kemenkes. Dengan asumsi, 1 dari 3 balita di Kota Batu mengalami stunting,” terangnya.

Saat ini, Dinas kesehatan Batu sedang menyusun program pravelensi dengan Unair.

Dijelaskan Kartika, prevalensi adalah kemungkinan angka tertinggi temuan stunting di wilayah Kota Batu.

“Di Wilayah Kota Batu, ada di Sidomulyo, Oro-oro Ombo dan Desa Sumber Brantas,” ujarnya.

Temuan di Kota Batu, penyebab utamanya terjadi stunting berasal dari berbagai faktor, bisa melalui makanan dan juga sanitasi.

“Dari survey awal ini, memang dari keragaman pangan, sama komposisi. Protein lemak dan karbo tidak berimbang.” Jelasnya.

(Khofifah di Karya Bakti TNI AL di Lamongan: Rumah Tinggal Layak Huni Dukung Penuntasan Stunting)

Dinas kesehatan kota Batu rutin melakukan penimbangan kembali terhadap balita di Kota Batu.

Penimbangan itu dilakukan pada Februari dan Agustus. Sejauh ini, ada 700 anak yang didampingi Dinkes Batu.

Anggaran untuk menekan jumlah stunting ini diambil dari pajak rokok.

“Selain yang sudah balita ini, harusnya dipersiapkan sejak awal, setiap kelas calon penganten masuk kelas reproduksinya.

Reporter: Surya/Benni Indo

(Angka Stunting Turun, Bupati Fadeli Belum Puas, Ajak Para Dokter Berperan)


 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved