Pemalsu KTP dan KK untuk Kredit Motor di Jombang Ditangkap Polisi, Pelaku Gunakan Program Paint

Dua pelaku pemalsu KTP elektronik dan KK (kartu keluarga) di Jombang, Jawa Timur diciduk Polres Jombang pada Rabu (4/9/2019).

Penulis: Sutono | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/SUTONO
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu saat membeber barang bukti pemalsu KTP dan KK untuk kredit sepeda motor 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Dua pelaku pemalsu KTP elektronik dan KK (kartu keluarga) di Jombang, Jawa Timur diciduk Polres Jombang pada Rabu (4/9/2019).

Keduanya mengaku kerap melayani pemesan untuk keperluan pengajuan kredit sepeda motor.

Namun sejauh ini, belum ada satupun dari pemohon yang berhasil disetujui oleh pihak Bank, lantaran KTP dan Kartu Keluarga 'karya' mereka disebut meragukan.

Kedua pelaku ialah Fatkhul Dwi Rohman (32) warga Jombang Kota dan Andik Zuanti (36), warga Kecamatan Perak, Jombang.

(Sosok Bos Sindikat Penipuan Berkedok Money Games Madiuan, Dikenal Kerap Santuni Fakir Miskin)

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu menjelaskan, dua pengangguran ini sudah menjalankan praktik pemalsuan dokumen pemerintah sekitar empat bulan.

Selama itu, mereka mengaku sudah banyak mencetak KTP eletronik dan Kartu Keluarga palsu permintaan pemesan.

"Sejauh ini belum ada satu pun dokumen yang dipakai pengajuan kredit motor ini berhasil, belum ada yang disetujui bank. Semua gagal karena NIK tak tembus akibat diganti oleh pelaku," kata Azi kepada surya.co.id.

Azi menambahkan, keduanya berbagi peran. Andik bertindak sebagai pembuat sedangkan Fathkur pemesan.

Fathkur ditangkap terlebih dahulu di rumahnya setelah Polisi melakukan penyelidikan terkait dugaan pemalsuan dokumen negara ini.

Modus pemalsuan KTP elektronik dan Kartu Keluarga ini dilakukan pelaku dengan cara memindai (scanning) KTP maupun KK asli, lalu identitas dan foto diedit menggunakan program paint dan microsoft word.

(Kejati Jatim Telah Terima SPDP Dugaan Kasus Penipuan Percepatan Haji)

Setelah itu, KTP dicetak menggunakan printer warna pada lembaran plastik mika.

Selanjutnya, hasil cetakan tersebut dipotong dan ditempelkan pada material e-KTP bekas sehingga menyerupai asli.

Sedangkan Kartu Keluarga dicetak warna menggunakan printer.

Pencetakan itu menggunakan lembaran kertas HVS putih ukuran F4. Terakhir lembaran itu dilaminating.

Atas jasanya membuatkan dokumen kenegaraan palsu itu, pelaku mendapatkan upah sebesar dua ratus ribu rupiah.

"Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 96A jo Pasal 8 ayat (1) huruf c UU RI No. 24 tahun 2013 tentang Perubahan atas UURI No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dengan ancaman 10 tahun penjara," pungkasnya.

Reporter: Surya/Sutono

(Kejati Jatim Telah Terima SPDP Dugaan Kasus Penipuan Percepatan Haji)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved