Selundupkan Sabu Seberat 1 Kilogram dari Malaysia, Terdakwa Ini Hanya Tertunduk Lesu Saat Diadili

Dianggap terbukti menyelundupkan sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia seberat 1 kilogram, terdakwa Samsul Hadi diadili di Pengadilan Negeri Surabaya.

Selundupkan Sabu Seberat 1 Kilogram dari Malaysia, Terdakwa Ini Hanya Tertunduk Lesu Saat Diadili
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Samsul Hadi saat jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (4/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dianggap terbukti menyelundupkan sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia seberat 1 kilogram, terdakwa Samsul Hadi diadili di Pengadilan Negeri Surabaya

Dalam sidang tersebut dua saksi dihadirkan. terungkap kalau paket itu dikirim perusahaan ekspedisi melalui kapal. Fakta ini berdasarkan keterangan saksi Aris Sunandar.

Dia adalah petugas operasional kapal yang mengangkut kardus berisi sabu-sabu tersebut.

"Petugas bea cukai datang mencurigai dua kardus dan membuka isinya ada sabu-sabu," ujar Aris, Rabu, (4/9/2019). 

Korupsi Jasmas 2016, Kejari: Saya Beri Kesempatan Kembalikan Kerugian Negara Sebelum Kami Bertindak

Kisah Polwan Mungil Pimpin Penggerebekan 1 Ton Sabu, 6 Jam Tiarap, Pipis Pun Terpaksa Pakai Botol

Kemudian, saksi Kasidah paman terdakwa mengaku tidak tahu menahu kalau dua kardus yang dikirim ke rumahnya berisi sabu-sabu. Dia hanya tahu dari keponakannya kalau isinya bahan bangunan. 

"Saya tidak tahu apa itu sabu-sabu. Begitu keponakan saya datang langsung ditangkap sama orang yang mengantar kardusnya," ucapnya.

Sementara itu, Pengacara terdakwa, Syamsul Arifin menyatakan bahwa sebenarnya kliennya hanya korban dari perdagangan narkoba. Hadi hanya dititipi dan diberi uang Rp 2 juta untuk mengantar sabu-sabu ke Surabaya. 

"Dia hanya korban yang karena ketidaktahuannya dimanfaatkan jaringan narkoba untuk mengambil sabu-sabu," katanya. 

Diketahui, terdakwa bersama dua rekannya yang kini masih buron, Jahuri dan Abdur Rachman hendak menyelundupkan sabu-sabu yang dicampur dengan bahan bangunan di dua kardus. 

Kedua kardus itu lalu akan dipaketkan melalui jasa ekspedisi ke Indonesia. Mereka sepakat kalau paket itu ditujukan ke alamat bibi terdakwa di Jember. Terdakwa sendiri yang akan menerimanya.

Selanjutnya, terdakwa terbang menuju Jember naik pesawat untuk menerima paket tersebut. Kepada bibinya, Kasidah, terdakwa menyatakan akan ada paket yang dikirim ke alamat rumahnya. Paket itu berisi bahan bangunan. 

Dia meminta bibinya agar menghubunginya saat ada petugas ekspedisi yang mengirim paket tersebut. Hadi ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat menerima paket tersebut di rumah bibinya Jember.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved