Guruh Prasetyo, Penderita Gagal Ginjal Kronis dan Lupus, Dapat Kursi Roda dari Dinkes Surabaya

Suparman tersenyum lebar saat pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mendatangi rumahnya. Sebab, Dinkes memberikan kursi roda untuk anaknya.

Guruh Prasetyo, Penderita Gagal Ginjal Kronis dan Lupus, Dapat Kursi Roda dari Dinkes Surabaya
ISTIMEWA
Suparman (baju merah) menerima bantuan kursi roda dari Dinas Kesehatan Surabaya. Kursi roda ini akan digunakan oleh anaknya, Guruh Prasetyo (17) yang menderita gagal ginjal kronis dan lupus. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suparman tersenyum lebar saat pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mendatangi rumahnya di Petemon, Sawahan.

Mereka membawakan kardus besar, yang ketika dibuka, isinya adalah kursi roda.

Kursi roda tersebut akan digunakan oleh anaknya, Guruh Prasetyo (17), yang menderita gagal ginjal kronis dan baru beberapa bulan yang lalu divonis lupus.

"Vonis gagal ginjal itu sejak Guruh usia 3-4 tahun. Kemudian sekitar tiga bulan lalu kena vonis lupus. Sekarang Guruh berusia 17 tahun,” kata Suparman yang juga Ketua RT 05 RW 08, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan ini.

Pneumonia Jadi Penyakit Mematikan Kedua Setelah Diare Bagi Bayi & Manula, Dinkes Jatim Beri Imbauan

Bantuan diterima oleh Suparman karena saat itu, Guruh sedang kontrol ke rumah sakit bersama ibunya, Pujiati.

Suparman menyebut, Guruh yang merupakan bungsu dari tiga bersaudara ini, sangat ingin memiliki kursi roda.

Pasalnya, sejak divonis menderita lupus, Guntur mudah lelah dan nafasnya tersengal-sengal jika berjalan beberapa meter.

"Apalagi, Guntur tidak mau digendong. Saya sangat berterima kasih atas bantuannya. Sebelumnya juga sudah ada yang membantu tabung oksigen dari warga,” ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online ini.

Dinkes Jatim Minta Masyarakat Tak Khawatir Gejala Panas yang Timbul Setelah Balita Diimunisasi

Suparman menjelaskan, sebagai bagian pengobatan gagal ginjal kronis, Guntur harus menjalani cuci darah mesin atau hemodialisis (HD).

Namun, karena keterbatasan biaya, akhirnya dipilih cuci darah manual di rumah menggunakan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved