Dagang Nasi Nyambi Jual Pil Koplo, Pemilik Warung Asal Dinoyo Surabaya Harus Mendekam di Bui

Seorang pemilik warung nasi harus berurusan dengan polisi. Diketahui, selain berjualan nasi juga menjual pil koplo.

Dagang Nasi Nyambi Jual Pil Koplo, Pemilik Warung Asal Dinoyo Surabaya Harus Mendekam di Bui
SURYA.CO.ID/WILLY ABRAHAM
Barang bukti yang diamankan polisi dari Benekdiktus Ruben Musa (24) warga Dinoyo Sekolahan Gg V No. 5-A Surabaya seorang pemilik warung nasi yang nyambi jualan pil koplo mendekam di balik jeruji besi Mapolrestabes Surabaya, Minggu (8/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang pemilik warung nasi harus berurusan dengan polisi. Diketahui, selain berjualan nasi juga menjual pil koplo. Hasilnya, untuk mengkonsumsi sabu-sabu di rumah.

Benekdiktus Ruben Musa (24) ditangkap tim Unit III Opsnal Resnarkoba Polrestabes Surabaya, pada Selasa (3/9/2019). Dia ditangkap di pinggir Jalan Raya Widodaren, Surabaya, pukul 22.30 wib.

Korps Bhayangkara langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, sejumlah plastik berisi pil koplo ditemukan.

Langsung saja petugas membawa pria tamatan SMP itu ke rumahnya di Dinoyo Sekolahan Gg V No. 5-A Surabaya. Disitu, petugas mendapatkan ribuan pil koplo siap edar.

"Kita juga menemukan satu pipet Kaca yang masih ada sisa Narkotika jenis Sabu 1,56 gram beserta pipetnya dan satu alat hisap," ujar Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian, Minggu (8/9/2019).

Hari Kelima Operasi Patuh Semeru 2019, Polrestabes Surabaya Jaring Ribuan Pelanggar

Pemkot Surabaya Tegas Larang Impor Pakaian Bekas, Polrestabes Surabaya: Sudah Mirip Narkoba

Saat dilakukan penggeledahan di kamar pelaku, petugas tidak hanya menemukan 15 plastik klip yang berisi 100 butir pil dobel L siap edar. Kemudian, enam plastik klip yang berisi 10 butir pil koplo

Petugas juga mencurigai satu toples bekas kaleng biskuit yang berada di atas meja. Saat dibuka ternyata berisi ribuan butir pil koplo. Total, sebanyak 1.650 butir.

"Selain jual nasi, dia juga jual pil koplo. Nanti uangnya itu dibuat beli sabu," tambahnya.

Kini, Ruben harus menutup usaha warung nasi miliknya. Pria tamatan SMP ini harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolrestabes Surabaya.

Dia dijerat dengan pasal Pasal 112 Ayat (1) Dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Dan Pasal 196 Subs. Pasal 197 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kepada petugas, Ruben mengaku juga menjual pil koplo di warung nasi miliknya agar luput dari pantauan petugas. Pembelinya harus pesan terlebih dahulu.

"Saya jual di warung, biasanya WA dulu kalau mau ambil, nanti saya siapkan," terangnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved