300 Ton Tembakau Petani Sumenep Mangkrak, Banyak Gudang Pabrik Rokok Batasi Jumlah Pembelian

Sedikitnya 300 ton tembakau hasil tembakau milik petani di Kabupaten Sumenep terancam tak terbeli. Ini alasannya!

300 Ton Tembakau Petani Sumenep Mangkrak, Banyak Gudang Pabrik Rokok Batasi Jumlah Pembelian
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Petani tembakau Pamekasan saat melempit tembakaunya ketika selesai dijemur, Minggu (8/9/2019). 

TRIBUNMADURA.CO, SUMENEP - Sedikitnya 300 ton tembakau hasil tembakau milik petani di Kabupaten Sumenep terancam tak terbeli.

Selain karena hanya sebagian gudang pembelian tembakau di Sumenep tutup, juga banyak gudang pabrik rokok perwakilan pembelian tembakau Madura di Sumenep membatasi jumlah pembelian tembakau Madura.

Suharyono (43), Ketua Paguyuban Petani Tembakau Rakyat Sumenep (PTRS) mengungkapkan, saat ini para petani tembakau baik tembakau di daerah pegunungan ataupun tembakau di lahan persawahan kebingungan.

Karena kendati tembakaunya sudah dipanen dan telah selesai dirajang, namun ternyata tembakau mangkrak tak terbeli. 

Jelang Musim Panen, Tembakau dari Luar Madura Dilarang Masuk ke Kabupaten Pamekasan, Sesuai Perda?

“Kendatipun ada bandul atau pedagang tembakau yang datang melihat hasil tembakau petani, sangat jarang bisa langsung menbeli tembakau. Bahkan ada yang hanya datang menjenguk hasil tani rakyat,” kata Suharyono, kepada Surya (grup TribunJatim.com), Senin (9/9/2019)

Dikatakan, kendati ada beberapa pedagang yang menyatakan akan membeli tembakau hasil panennya, namun ternyata harga yang ditawarkan kepada petani jauh dari layak harga tembakau.

Karena pedagang hanya berani membeli tembakau dibawah Rp 30 ribu perkilogramnya. 

“Kalaupun ada pedagang yang datang, tapi dengan seenaknya menawar harga tembakau milik petani dengan hanya harga Rp 28 ribu perkilonya. Sungguh tidak layak karena jauh dibawah modal dan kerja petani tembakau,’’ sambung Suharyono.

Harga Tembakau Pamekasan Anjlok, Petani Tuding Pihak Gudang Beli Tembakau dari Pulau Jawa

Suharyono berharap pemerintah, khususnya Dinas Pertanian Kehutanan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortibun) untuk mencarikan solusi hasil tembakau petani.

Karena kasihan petani tembakau tahun ini tidak mendapatkan hasil kerja kerasnya.

Halaman
12
Penulis: Moh Rivai
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved