Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Ditiadakan, Menpora Minta KPAI Cari Sponsor Pengganti

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Imam Nahrawi buka suara soal diberhentikannya Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Ditiadakan, Menpora Minta KPAI Cari Sponsor Pengganti
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Imam Nahrawi ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum berangkat ibadah Haji pada Senin (5/8/2019) 

TRIBUNJATIM.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Imam Nahrawi buka suara soal diberhentikannya Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis pada tahun depan.

Sebelumnya, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin memastikan, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis milik klub PB Djarum resmi ditiadakan pada tahun 2020.

Pelaksanaan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis pada 2019 pun menjadi yang terakhir sejak pertama kali digelar pada 2006.

Alasannya, terkait klaim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ajang itu adalah bentuk eksploitasi anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Resmi Ditiadakan pada Tahun 2020

3 Pemain Asing Jalani Trial Bersama Persela Lamongan, Ada Eks Pilar Bali United Demerson Bruno Costa

"Audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia. Lagipula, olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo lanjutkan Audisi Badminton," tulis Imam Nahrawi dalam sosial media Instagram miliknya.

"Saya masih menunggu kajian bidang hukum. Tetapi, saya pribadi melihat kalau itu ada eksploitasi menyangkut penyalagunaan zat adiktif harus diketahui kepolisian dan Kementerian Kesehatan sudah bergerak," kata Imam Nahrawi kepada Kompas.com di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (8/9/2019).

Pernyataan Menpora Imam Nahrawi tentang audisi umum beasiswa bulu tangkis Djarum.
Pernyataan Menpora Imam Nahrawi tentang audisi umum beasiswa bulu tangkis Djarum. (instagram.com/nahrawi_imam/)

"Selama ini kan didiamkan saja. Saya belum pernah bertemu langsung dengan KPAI, tidak tahu kalau sudah bertemu dengan staf saya," lanjut Imam Nahrawi.

"Kalau dilarang, KPAI harusnya memberikan solusi dengan mencarikan sponsor pengganti. Kami sebagai pembina olahraga butuh sponsor untuk itu, sementara ada swasta yang mau menjadi sponsor," kata Imam Nahrawi.

Sebelumnya, Yoppy Rosimin mengklaim bahwa dia sudah menjelaskan poin tersebut dalam mediasi dengan KPAI.

Hanya saja, KPAI punya perspektif lain dalam memandang persoalan ini.

Djarum Foundation Sayangkan Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Harus Berakhir Tahun Depan

Seto Mulyadi Sayangkan PB Djarum Eksploitasi Anak: yang Dilakukan KPAI Sudah Tepat

Halaman
12
Editor: Dwi Prastika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved