Banyuwangi Ajukan Jadi Tuan Rumah Mukmatar NU ke-34, Banyak Sejarah Penting hingga Fasilitas Lengkap

Banyuwangi mengajukan diri sebagai tuan rumah perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34, pada 2020 mendatang.

Banyuwangi Ajukan Jadi Tuan Rumah Mukmatar NU ke-34, Banyak Sejarah Penting hingga Fasilitas Lengkap
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Moh Ali Makki atau Gus Makki, 2019. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Banyuwangi mengajukan diri sebagai tuan rumah perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34, pada 2020 mendatang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Moh Ali Makki mengatakan, pengusulan Banyuwangi sebagai tuan rumah Muktamar karena banyak sejarah penting perjalanan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.

Menurut Gus Makki, sapaan akrab Moh Ali Makki, setidaknya terdapat lima peristiwa penting yang menjadikan Banyuwangi masuk dalam timeline sejarah nasional Nahdlatul Ulama.

Beberapa peristiwa itu di antaranya Mahaguru Nahdlatul Ulama, Syaikhona Muhammad Cholil, Bangkalan, semasa mudanya pernah menuntut ilmu di Banyuwangi, tepatnya di Pondok Pesantren Al Ashriyyah, Jalen, Genteng, Banyuwangi.

Nikmati Kuliner Khas Banyuwangi, KSAL Apresiasi Capaian Pengembangan Bumi Blambangan

Antusias Warga Lihat Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ada Kenduri Massal Hingga Petani Kerasukan Kerbau

“Selama di Banyuwangi menurut catatan sejarah, beliau ngangsu kawruh kepada KH Basyar. Setelah itu beliau melanjutkan menuntut ilmunya ke Tanah Hijaz (Arab). Hingga kini pondok pesantren tersebut masih eksis,” kata Gus Makki, Senin (9/9/2019).

Peristiwa penting lainnya, Banyuwangi juga pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-IX di tahun 1934, tepatnya di Pondok Pesantren Kyai Saleh Lateng.

Muktamar ini juga istimewa, karena menjadi tonggak sejarah berdirinya Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Tidak hanya dari sisi historis sejarah, dari sisi geografis, Banyuwangi juga berada di tengah-tengah dalam peta wilayah Republik Indonesia.

Sehingga relatif mudah dijangkau dan murah bagi para muktamirin untuk hadir di muktamar.

Bupati Banyuwangi Anas Paparkan 20 Prinsip Kreatif Mengembangkan Daerah

Khofifah Ajak Nelayan Banyuwangi Pakai Gadget Pakai GPS, Aplikasi Digital Bisa Deteksi Ikan di Laut

“PCNU dari wilayah paling barat (Aceh misalnya) maupun yang paling timur (Papua) akan mendapatkan jarak yang sama untuk hadir di arena Muktamar. Karena memang Banyuwangi berada di tengah-tengah wilayah Republik Indonesia,” jelas Pengasuuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon, Srono ini.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved