Kisah Unik Keris Kiai Gadakan Milik Bung Karno di Kediri, Si Lurah Joget Senang Sembari Beri Pusaka

Kisah Unik Keris Kiai Gadakan Milik Bung Karno di Kediri, Si Lurah Joget Senang Sembari Beri Pusaka.

Kisah Unik Keris Kiai Gadakan Milik Bung Karno di Kediri, Si Lurah Joget Senang Sembari Beri Pusaka
SURYA/DIDIK MASHUDI
Keris Kiai Gadakan milik Bung Karno menjelang acara jamasan di Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (9/9/2019) 

Kisah Unik Keris Kiai Gadakan Milik Bung Karno di Kediri, Si Lurah Joget Senang Sembari Beri Pusaka

TRIBUNKEDIRI.COM, WATES - Keberadaan keris dan tombak Kiai Gadakan milik Bung Karno ternyata punya kisah menarik.

Rencananya tombak dan keris itu bakal dijamas di Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (10/9/2019).

Dijelaskan Kushartono, Ketua Harian Persada Sukarno, penyerahan tombak dan keris ini punya kisah unik. Pemilik awal tombak dan keris ini seorang lurah atau kepala desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Keris Pusaka Bung Karno Bakal Dijamas 10 Suro di Rumah Persada Kediri, Kenalkan Budaya ke Anak Muda

Puluhan Warga Pelemahan Kediri Berobat Gratis Medis dan Terapi Bekam

Pesta Miras Kalangan Remaja Dibubarkan Satpol PP Kota Kediri, Ada Gadis 14 tahun Ikutan Pesta Miras

"Penyerahan keris dan tombak ini diwarnai jogetan, tangisan dan sujud syukur. Sang kades berjoget-joget kegirangan sambil menangis haru," ungkap Kushartono kepada tribunjatim, Senin (9/9/2019).

Diungkapkan, dari cerita yang diterimanya, penyerahan keris itu berlangsung pada 1947 saat Presiden Soekarno melakukan kunjungan kerja ke salah satu desa di Kabupaten Grobogan.

Kunjungan kerja dilakukan untuk meninjau kegiatan belajar mengajar untuk memberantas buta huruf. Pada kegiatan itu Presiden Soekarno juga didampingi RM Sajid Soemodiharjo selaku kepala rumah tangga Istana.

Di hadapan Presiden Soekarno, kepala desa yang menyerahkan keris Kiai Gadakan juga berjoget-joget kegirangan sambil menangis haru. Suasana itu yang membuat heran Presiden Soekarno bersama rombongan.

Ihwal penyerahan keris itu bermula saat rombongan tiba di lokasi acara peninjauan kegiatan belajar membaca dan menulis, tiba-tiba Presiden Soekarno ingin ke kamar kecil.

"Pak aku kebelet pipis ora iso ditahan iki, kata Bung Karno sebagaimana dituturkan oleh RM Sajid," ungkap Kushartono.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved