Mantan Gubernur Jatim Soekarwo Ditunjuk Jadi Staf Khusus Menko Perekonomian

Mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo ditunjuk menjadi staf khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution pertanggal 29 Agustus.

Mantan Gubernur Jatim Soekarwo Ditunjuk Jadi Staf Khusus Menko Perekonomian
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Mantan Gubernur Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo) Saat Ditemui Usai Mengajar di Unair 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo ditunjuk menjadi staf khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution pertanggal 29 Agustus.

Penunjukan Soekarwo ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No.290/2019, yang ditandatangani Darmin Nasution.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya menggantikan dua stafsus sebelumnya yang masa tugasnya telah usai yaitu Christiantoko dan Benediktus Dwi Hari Prasetyo.

Sampai saat ini, Pakde Karwo sendiri belum bisa dikonfirmasi atas penunjukan ini. Namun, sejumlah orang dekat Pakde Karwo membenarkan kabar tersebut.

“Iya, beberapa hari lalu, Pakde sudah bertemu Pak Menteri di Jakarta,” kata salah seorang staf Soakarwo, Senin (9/9/2019).

Pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menilai, penunjukan Pakde Karwo sebagai staf khsusus bidang perekonomian cukup tepat.

Persebaya U-20 Optimis Bisa Menang 3 Poin dari PSS Sleman, Meski 6 Pemain Absen Main Laga

IWAPI Usulkan Pajak 0,2 Persen untuk UMKM, Arumi Bachsin Berharap Ahlinya Segera Menanggapi

Pengalaman Pakde Karwo selama menjadi Gubernur Jatim menurut Suko menjadi salah satu pertimbangannya.

“Konsepnya tentang Jatimnomic, yakni kolaborasi antara pemberdayaan ekonomi dan kebijakan, berhasil meningkatkan ekonomi Jawa Timur,” katanya, Senin (9/9/2019).

Lewat konsep dan pengalaman empirik tersebut, Suko yakin, Soekarwo mampu membantu pemerintah pusat dalam meningkatkan ekonomi nasional.

“Menerapkan kebijakan perekonomian, seperti intervensi pemerintah dalam perdagangan ekspor impor, butuh terobosan. Tak cukup teoritis dan regulasi yang ada. Butuh orang yang punya pengalaman melakukannya. Saya melihat Pakde pas untuk itu,” katanya.

Apalagi, selama ini Soekarwo juga masih aktif dalam pikiran intelektual. Masih aktif mengajar di kampus dan jadi pembicara.

Karena itu, Suko menilai bahwa, sangat bagus ketika pemerintah memanfaatkan kapasitas Seokarwo yang punya kapasitas intelektual dan pengalaman implementasi kebijakan publik.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved