Tergiur Ingin Punya Uang Jajan Sendiri, Pelajar SMA Nyambi Jualan Pil Koplo ke Siswa SMP di Blitar

Tergiur Ingin Punya Uang Jajan Sendiri, Pelajar SMA Nyambi Jualan Pil Koplo ke Siswa SMP di Blitar.

Tergiur Ingin Punya Uang Jajan Sendiri, Pelajar SMA Nyambi Jualan Pil Koplo ke Siswa SMP di Blitar
Net
Ilustrasi pil koplo 

Tergiur Ingin Punya Uang Jajan Sendiri, Pelajar SMA Nyambi Jualan Pil Koplo ke Siswa SMP di Blitar

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Orangtua mana yang tak miris, jika anak sekolah sudah berjualan pil koplo. Dan, celakanya, itu bukan sekali ini saja, yang berhasil diungkap oleh petugas Satkoba Polres Blitar.

Sebelumnya, malah anak pelajar SMP di Kabupaten Blitar juga ditangkap karena berjualan pil koplo ke teman-temannya se-kelasnya.

Kini giliran adalah Fa (17), pelajar kelas 1 SMA di Kabupaten Blitar. Ia ditangkap saat melintas di Jalan Tarakan, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (8/9) malam. Itu karena ia habis melakukan transaksi pil koplo.

Pengendara di Bawah Umur Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas Operasi Patuh Semeru 2019 di Kota Blitar

Mulai Rangkul PDIP, PKB Incar Posisi Calon Wakil Wali Kota di Pilwali Kota Blitar 2020

Curiganya si Cucu Ada Bau Gosong di Kubangan Sampah, Shock Saat Tahu Nenek Blitar Ini Tewas Terbakar

Dari tangan pelajar SMA asal Desa Kaulun, Kecamatan Sutojayan, petugas menemukan pil koplo sebanyak 5 butir, yang disimpan di saku celananya.

"Selain menemukan 5 butir pil koplo di saku celananya, kami juga menemukan uang Rp 50.000, yang merupakan hasil berjualan pil koplo dengan temannya," ujar Kasat Narkoba Polres Blitar AKP Didik Suhardi.

Menurutnya, penangkapan pelajar SMA itu bermula dari petugas mendapat informasi kalau ada anak-anak pelajar melakukan jual beli pil koplo. Akhirnya, petugas mencari informasi itu.

Namun, petugas hanya mendapati pembelinya, Am, yang malah masih pelajar SMP.

Ia ditangkap di depan kantor Pemkab Blitar, yang ada di Kecamatan Kanigoro. Dari tangan dia, diamankan 15 butir pil dobel L karena yang lima butir sudah dipakai sebelum petugas datang.

"Habis beli, langsung dipakai karena sebenarnya, ia beli 20 butir, dan tinggal 15 butir," paparnya.

Kepada petugas, ia mengaku habis beli dari Fa, seharga Rp 50.000 per 20 butir. Katanya, ia sudah sebulan mengenal pil koplo, dan selalu beli ke FA. Ia kenal pil gila itu dari teman sekolahnya, yang sudah memakai lebih dulu.

Sehabis mengamankan Am, petugas memburu penjualnya, Fa. Selang dua jam sehabis mengamankan Am, petugas berhasil mengejar Fa, yang mengendarai sepeda motor sendirian dan melintas di Jl Tarakan.

Begitu melihat buruannya melihat sendirian, petugas langsung memotong lajunya. Begitu dihentikan oleh dua petugas, Fa sempat kaget. Belum sempat berkata apapun, petugas langsung menggeledahnya dan ditemukan barang bukti di dalam sakunya.

Akhirnya, malam itu juga, kedua pelajar dibawa ke Polres Blitar. Kepada petugas, Fa mengaku nekat berjualan pil koplo itu karena ingin punya uang jajan sendiri dari hasilnya sendiri. Namun, karena caranya seperti itu, akhirnya ia kini berurusan dengan petugas.

"Untuk pemasoknya, kami masih memburunya karena diduga sengaja memanfaatkan anak-anak, yang masih pelajar untuk jadi penjualnya," pungkas Didik.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved